Anemia meningkatkan risiko demensia

April 1, 2016 | By suparyo | Filed in: Kesehatan.

anemia

Demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran. Kondisi ini dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil.

Rendahnya tingkat zat besi dalam darah merupakan penyebab dari anemi, defisiensi zat besi dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia.

Anemia dapat terjadi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin rendah, atau ketika tubuh  kurang zat besi daripada yang diperlukan.

Anemia tampaknya terkait dengan penyakit demensia, menurut artikel yang diterbitkan dalam jurnal Neurology. Penelitian ini didasarkan pada data dari 2.552 orang dewasa berusia antara 70 dan 79, yang diikuti selama 11 tahun. Selama masa penelitian, peserta melakukan tes memori dan berpikir. Dari hasil studi menunjukkan bahwa orang yang memiliki anemia meningkatkan resiko pengembangan demendia.

Pilih diet yang baik yang dapat mencegah defisiensi anemia , dengan memasukkan makanan dengan kadar zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Zat besi hadir dalam makanan seperti daging merah, ayam, ikan, seafood, sayuran berdaun hijau seperti bayam, tahu, kacang polong, lentil, buncis, kedelai, buah-buahan kering seperti plum , kismis dan aprikot, jus prune dan beberapa roti atau sereal yang diperkaya dengan zat besi. Mengambil makanan makanan ini untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi utnuk mencegah anemia.

Cara terbaik untuk mengurangi risiko demensia dengan menjaga gaya hidup sehat, menkonsumsi makanan seimbang kaya buah-buahan dan sayuran, ikan berminyak dan berolahraga secara teratur.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *