ASI

August 28, 2016 | By suparyo | Filed in: Bayi, Kehamilan.

Pendahuluan :
AIR Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi. Tidak ada satu pun makanan lain yang dapat menggantikan ASI, karena ASI mempunyai kelebihan yang meliputi 3 aspek, yaitu: aspek gizi, aspek kekebalan dan aspek kejiwaan, berupa jalinan kasih sayang yang penting untuk perkembangan mental dan kecerdasan anak.

ASI yang keluar beberapa hari setelah persalinan disebut kolostrum. Kolostrum mengandung zat kekebalan, vitamin A yang tinggi, lebih kental dan berwarna kekuning-kuningan. Oleh karena itu, kolostrum harus diberikan kepada bayi.
asi
ASI eksklusif
Pada usia 0-4 bulan, bayi cukup diberi ASI saja (pemberian ASI Eksklusif), karena
produksi ASI pada periode tersebut sudah mencukupi kebutuhan bayi untuk tumbuh
kembang yang sehat. Tanda bahwa ASI eksklusif memenuhi kebutuhan bayi antara
lain : bayi tidak rewel, dan tumbuh sesuai dengan grafik pada Kartu Menuju Sehat
(KMS).
ASI Eksklusif yaitu kondisi bayi hanya diberi air susu ibu saja tanpa tambahan cairan
lain atau makanan lain. Agar pemberian ASI eksklusif dapat berhasil, selain tidak
memberikan makanan lain, perlu pula diperhatikan cara menyusui yang baik dan
benar, yaitu tidak dijadwal, ASI diberikan sesering mungkin, termasuk menyusui pada
malam hari. Ibu menggunakan payudara kiri dan kanan secara bergantian tiap kali
menyusui. Di samping itu posisi ibu bisa duduk atau tiduran dengan suasana tenang
dan santai. Bayi dipeluk dengan posisi menghadap ibu. Isapan mulut bayi pada puting
susu ibu harus baik, yaitu sebagian besar areola (bagian hitam sekitar puting) masuk
ke mulut bayi. Apabila payudara terasa penuh dan bayi belum mengisap secara efektif,
sebaiknya ASI dikeluarkan dengan menggunakan tangan yang bersih. Keadaan gizi
ibu yang baik selama hamil dan menyusui, serta persiapan psikologis selama
kehamilan, akan menunjang keberhasilan menyusui.Seorang ibu yang menyusui harus
menjaga ketenangan pikiran, menghindari kelelahan, membuang rasa khawatir yang
berlebihan, dan percaya diri bahwa ASI -nya mencukupi untuk kebutuhan bayi.

MP-ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi yang diberikan
kepada bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya setelah umur 4 bulan. Pada
umur 4-6 bulan (masa transisi), bayi terus minum ASI dan mulai diperkenalkan
dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) MP-ASI berbentuk lumat atau setengah
cair. Ingat, pemberian ASI harus didahulukan sebelum MP-ASI.
Pada umur 6-9 bulan, kuantitas dan kualitas MP-ASI perlu diperhatikan. MP-ASI
diberikan sesuai umur bayi, minimal diberikan 3 x sehari. Porsi MP-ASI setiap kali
makan sebagai berikut:
• Pada umur 6 bulan, berikan minimal 6 sendok makan;
• Pada umur 7 bulan, berikan minimal 7 sendok makan;
• Pada umur 8 dan 9 bulan, berturut-turut berikan 8 dan 9 sendok makan.
Sejak umur 10 bulan, makanan keluarga perlu diperkenalkan kepada bayi, agar pada saat berumur 12 bulan, bayi sudah dapat makan bersama keluarga. Porsi makanan anak 12 bulan kira-kira separuh dari porsi orang dewasa.
Pemberian ASI tetap diteruskan sampai bayi berumur 2 tahun. Makanan selingan yang
bergizi (bubur kacang hijau, biskuit, pepaya/jeruk) perlu diberikan. Pada umur 24
bulan, secara bertahap anak perlu disapih. Antara lain dengan menjarangkan waktu
menyusui.

Fakta Penting
o Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari ASI, maka ASI harus diberikan kepada bayi segera setelah dilahirkan (dalam waktu 30 menit setelah lahir), karena daya isap bayi pada saat itu paling kuat untuk merangsang produksi ASI selanjutnya
o Sekalipun produksi ASI pada hari-hari pertama baru sedikit, namun mencukupi kebutuhan bayi. Pemberian air gula, air tajin, dan makanan pralaktal (sebelum ASI lancar diproduksi) lain harus dihindari
o Pemberian makanan selain ASI pada umur 0-4 bulan dapat membahayakan bayi, karena bayi belum mampu memproduksi enzim untuk mencerna makanan bukan ASI. Apabila pada periode ini, bayi dipaksa menerima makanan bukan ASI, maka akan timbul gangguan kesehatan pada bayi, seperti diare, alergi dan bahaya lain yang fatal
o Kegagalan pemberian ASI eksklusif akan menyebabkan berkurangnya jumlah sel-sel otak bayi sebanyak 15-20%, sehingga menghambat perkembangan kecerdasan bayi pada tahap selanjutnya
o ASI yang dikeluarkan dapat disimpan dan tidak rusak selama 6 jam pada suhu kamar, atau selama 24 jam dalam lemari es


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *