Bahaya Penggunaan Minyak Jelantah Bagi Kesehatan

January 15, 2017 | By suparyo | Filed in: Kesehatan.

Tahukah Anda apa itu minyak jelantah? Apa dampak yang dapat ditimbulkannya terhadap kesehatan kita? Ternyata perlu kita sadari bahwa minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah digunakan berulang kali dalam penggorengan. Sehingga dapat merubah sifat fisik dan kimia dari minyak itu sendiri. Saya sendiri baru sadar dan berpikir sejenak, ternyata bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan minyak jelantah ini bisa mengakibatkan penyakit yang sangat serius dalam tubuh kita.

Bagi anda yang suka makan gorengan seperti ubi goreng, pisang goreng, pisang moleng, tahu isi, tempe goreng , dll yang dijual dipinggir-pinggir jalan perlu waspada, jangan sampai minyak goreng yang digunakan tersebut merupakan minyak jelantah. Salah satu ciri yang perlu kita ketahui dari minyak jelantah ini adalah perubahan warna dari kuning bening hingga coklat tua sampai berwarna kehitaman.

Minyak jelantah sangat berbeda dengan minyak sawit yang belum digunakan untuk menggoreng. Pada minyak sawit terdapat sekitar 45, 5 persen asam lemak jenuh yang didominasi oleh asam lemak palmitat dan sekitar 54,1 persen asam lemak tidak jenuh yang didominasi oleh asam lemak oleat (sering disebut omega-9).

Asam lemak jenuh pada minyak jelantah pun cukup tinggi dibandingkan dengan asam lemak tidak jenuh. Tentu saja asam lemak jenuh sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita karena dapat memicu penyakit jantung dan stroke.

Penggunaan minyak jelantah dalam penggorengan sebaiknya dihindari. Maksimum yang dapat digunakan dalam penggorengan adalah sebanyak 4 kali. Karena pada penggorengan pertama minyak mengandung asam lemak tidak jenuh cukup tinggi dan pada penggorengan berikutnya, dapat membuat asam lemak jenuh menjadi tinggi.

Pencegahan penyakit akibat dari penggunaan minyak jelantah ini ini sebaiknya dilakukan dengan meningkatkan konsumsi sayuran dan buah yang mana mengandung vitamin, mineral, serat dan antioksidan. Cara pencegahan yang sangat disarankan adalah mengonsumsi minimal 2-4 porsi buah-buahan dan 3-5 porsi sayuran yang bervariasi secara rutin setiap hari. Bila perlu minumlah suplemen, berupa vitamin, mineral, antioksidan, dan serat pangan (dietary fiber).

Sesungguhnya dengan pengaturan pola makan saja, kita dapat mencegah terjadinya kanker. Orang yang dapat menghindari makanan tercemar dan mengonsumsi makanan seimbang dengan porsi sayuran dan buah melebihi 400 g per hari. Risikonya 30-40 persen lebih kecil untuk terkena kanker jenis apa pun.

Demikianlah sekilas artikel yang saya buat mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah bagi kesehatan, semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua terutama bagi penulis.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *