Bahaya vapor (rokok elektrik)

March 9, 2017 | By suparyo | Filed in: Kesehatan.

Penggunaan rokok elektronik atau vapor sebagai obat untuk berhenti merokok adalah tren saat ini, tetapi hal ini menimbulkan keraguan dan kontroversi di kalangan komunitas ilmiah.

Efek negatif dari rokok elektronik

Karena penggunaan rokok elektronik atau vapor mulai menyebar, ada suara-suara yang mendukung dan menentang perangkat ini. Para ahli sepakat bahwa masih ada jalan panjang dalam penyelidikan untuk mengetahui efek rokok vapor bagi kesehatan, tetapi sudah ada studi memperingatkan akan berbahaya vapor. Organisasi Kesehatan Dunia tidak merekomendasikan pengunaan e-rokok sampai ada data yang menunjukkan bahwa rokok ini aman dan efektif dalam mengatasi kecanduan rokok tembakau.

Bagi anda yang mengunakan rokok vapor harus mengetahui akan beberapa bahaya berikut ini  :

Vapor memiliki komponen beracun: selain nikotin, yang beracun dan adiktif, rokok elektronik mengandung bahan-bahan seperti propilen glikol, gliserin dan aditif lainnya yang berhubungan dengan sakit tenggorokan dan saluran pernafasan juga kemerahan pada mata.

Mengandung karsinogen: studi Administrasi Makanan dan Obat (FDA, untuk akronim dalam bahasa Inggris) US memperingatkan akan kehadiran nitrosamin dan logam yang berbeda dalam komposisi kartrid rokok elektronik. Penelitian lain juga menemukan formalin, asetaldehida dan akrolein, zat dianggap karsinogenik.

Bahan-bahan ini dapat menyebabkan masalah pernapasan: jurnal ilmiah Chest diterbitkan tiga tahun lalu menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektronik selama lebih dari lima menit peningkatan resistensi paru. Hal ini juga sudah menghasilkan dua kasus pneumonia disebabkan oleh penggunaan rokok elektronik.

Addictive: jumlah nikotin dalam rokok elektronik bervariasi tergantung pada komposisi kartrid, tapi adalah zat yang menciptakan ketergantungan pada orang yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu, para pengeritik mengatakan bahw aperangkat ini dapat membuat kecanduan.

Menyakiti orang di sekitar: mereka telah melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa rokok elektronik memancarkan partikel stabil pada konsentrasi tinggi, memiliki efek berbahaya. Namun, emisi yang dihasilkan oleh rokok elektronik cukup minimal, sehingga tidak ada bukti konklusif dalam kasus ini.

Kritikus rokok elektronik mengatakan mempopulerkan produk ini dan presentasi mereka sebagai sebuah artikel berbahaya dapat mendorong remaja dan non-perokok untuk mulai merokok.

Mengingat semua efek ini, sejumlah peneliti menganjurkan meskipun tidak berbahaya seperti tembakau, penggunaan berhenti tidak merugikan kesehatan orang.


Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *