Cara mengatasi sembelit pada anak

May 21, 2014 | By suparyo | Filed in: Uncategorized.

sembelit-pada-anakSembelit adalah masalah umum yang sering terjadi pada anak anak, umumnya terjadi karena pola makan anak yang tidak cukup cairan dan serat, atau mungkin karena faktor lain dalam lingkungan mereka.

Seorang anak dinggap sembelit jika tinja terasa keras, terlalu kering dan besar sehingga membuat anak sulit untuk buang air besar.

Sembelit biasanya sering terjadi pada anak-anak dan hal ini harus menjadi perhatian serius para orang tua. Biasanya sembelit dapat diatasi dengan diet serat dan olahraga.

Penyebab sembelit pada anak

Sebagaian besar waktu seorang anak di habiskan di sekolah dan hal ini kadang membuat anak sering tidak terkontrol yang membuatnya kekurangan serat makanan dan air, sehingga mambuat usus tidak bergerak dengan benar. Anak anak yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji kaya lemak seperti burger, kentang goreng serta gula halus seperti permen, kue dan minuman manis dapat menyebabkan sering terkena sembelit.

Selain makanan obat obatan juga dapat menyebabkan sembelit. Pada bayi, konstipasi dapat terjadi saat transisi dari ASI ke susu formula, atau ketika mereka mulai makan makanan padat.

Perlu anda ingat bahwa anak-anak cenderung lebih suka bermain dari pada pergi ke kamar mandi atau toilet meskipun saat mereka membutuhkannya. Mereka menghindar dari buang air besar dan lebih memilih untuk tetap bermain. Sebagai orang tua anda harus memastikan bahwa anak anda pergi ke kamar mandi atau toilet untuk BAB secara rutin pada waktunya untuk mencegah terjadinya sembelit.

Stress pada anak juga dapat menyebabkan sembelit, mungkin mereka merasa cemas terhadap sesuatu hal, seperti pergi ke lingkungan sekolah baru atau mungkin masalah yang ada dirumah. Gangguan emosional dapat mempengaruhi berfungsi usus yang menyebabkan sembelit dan kondisi lain seperti diare.

Beberapa anak mendapatkan sembelit karena terjadinya sindrom iritasi usus besar, hal ini terjadi karena makan makanan tertentu seperti makanan berlemak atau pedas. Seorang anak yang mengalami sindrom iritasi usus besar mungkin mengalami sembelit atau diare serta sakit perut dan perut kembung.

Sebaiknya anda segera mengunjungi dokter jika anak anda mengalami sembelit dalam waktu 2 sampai 3 minggu.

Perlu untuk di ingat bahwa seorang anak memiliki kebiasaan yang berbeda yang membutuhkan bimbingan anda. Seorang anak yang tidak ke toilet setiap hari belum tentu dia mengalami sembelit. Biasanya seorang anak dianggap sembelit ketika merke pergi ke toilet untuk BAB kurang dari yang biasa dialakukan. Saat terjadi sembelit anak anda mungkin akan mengeluhkan keras, sakit pada saat buang air besar atau buah air besar sedikit berdarah.

Mengatasi sembelit pada anak

Anda dapat mengambil tindakan pencegahan untuk mengatasi sembelit pada anak :

Pastikan anak anda minum banyak cairan

Jika sembelit terjadi pada saat transisi Asi ke makanan anda dapat mencoba untuk memberikan jus buah yang kaya serat contohnya alpukat.

Pastikan anak Anda anak Anda makan lebih banyak serat. Makanan berserat seperti buah-buahan, sayuran, dan roti gandum dapat membantu mencegah sembelit. Serat tidak dapat dicerna, sehingga membantu membersihkan usus dengan menggerakkan perut.

Diet lemak, gula atau makanan bertepung dapat memperlambat gerakan usus, Cobalah untuk memberikannya apel, gandum, jeruk, pisang.

Pastikan anak Anda cukup berolahraga. Aktivitas fisik merangsang usus untuk melatih gerakan mereka sehingga mendorong anak Anda untuk berolahraga.

Tetapkan jadwal makan teratur pada anak dengan makanan yang berserat

Biasakan mereka untuk pergi ke toilet pada waktunya

Pergi ke dokter jika sembelit pada anak tidak juga reda.

Perubahan kecil secara signifikan akan membantu anak anda buang air besar lebih mudah dengan frekuensi yang teratur.

Demikian tadi cara mengatasi sembelit pada anak, jangan lupa untuk meninggalkan komentar pada kolom yang telah disediakan. Ikuti terus update terbaru dari daunbuah.com melalui facebook maupun twitter kami.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *