Cara penanganan Mimisan

August 24, 2016 | By suparyo | Filed in: Kesehatan.

Pendahuluan
Epistaxis atau pada masyarakat awam sering disebut mimisan merupakan suatu pendarahan akut yang terjadi pada rongga hidung.

Mimisan biasanya banyak terjadi pada anak- anak dan sebagian besar tidak berbahaya, hal ini dikarenakan lapisan lendir dan pembuluh darah yang tipis pada anak- anak sangat rentan terhadap beberapa faktor pencetus, misalnya udara dingin,udara yang kering (AC), trauma ( benda asing,kebiasaan mengorek hidung,pilek ). Memang tidak semua orang/ anak mengalami hal ini, tetapi faktor keturunan dipikirkan turut menjadi penyebab dimana dinyatakan bahwa ada anak- anak tertentu yang dilahirkan dengan memiliki pembuluh darah di hidung yang lebih tipis dan mudah berdarah.

mimisan

Meski mayoritas mimisan bukan kasus yang bahaya tetapi bila frekuensi terjadinya cukup sering ( mis; 1-2 hari sekali ) maka sepatutnya untuk segera memeriksakan diri karena dikhawatirkan merupakan bagian gejala dari suatu penyakit.

Beberapa keadaan yang perlu diwaspadai bila mengalami mimisan terus menerus ;
– demam berdarah
– kelainan darah ;leukemia,hemofilia,thallasemia,
– penggunaan obat-obatan, mis golongan asam asetil salisilat

Fakta Penting :

Banyaknya pembuluh darah pada lapisan lendiri di rongga hidung menjelaskan.

Refleks gumoh/muntah pada bayi dimana makanan dari lambung keluar lewat hidung maupun mulut turut menjadi penyebab mimisan pada bayi karena muntahan dari lambung bersifat asam dan mengiritasi selaput lendir hidung. Biasanya hal ini hilang sendiri dan tidak memerlukan penanganan khusus.

AC dan asap rokok dapat mengeringkan selaput lendir hidung dan mencetus terjadinya mimisan, sebaiknya dihindari terutama pada anak-anak.

Gejala;
keluar darah dari hidung

Cara mendiagnosa
o Temukan gejala klinis seperti di atas

Cara terapi/penanganan
Tenang dan jangan panik,usahakan anak tidak menangis karena menangis membuat pendarahan sukar dihentikan
Pertolongan pertama biasanya cukup mudah,tanpa obat maupun alat ;

Posisi duduk dengan badan dan kepala agak maju ke depan. Posisi duduk dapat memperlambat aliran darah dari jantung ( jika dibaringkan aliran darah ke hidung akan lebih cepat ).Dengan memajukan kepala diharapkan darah tidak mengalir kembali ke tenggorokan sehingga mencegah terjadinya iritasi,tersedak.

Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menutup hidung, bernafaslah dengan mulut.

Lakukan selama 1-2 menit, biasanya pendarahan akan terhenti.

Bila pertolongan pertama belum bisa menghentikan mimisan, bisa menggunakan kompres es ( bungkus es dengan sapu tangan,tempelkan pada bagian antara kening dan hidung ).Kompres dilakukan saat maupun sesudah mimisan untuk mengecilkan pembuluh darah.

Bila dengan kompres es juga tidak berhasil, dan dalam waktu 15-20 menit pendarahan belum juga terhenti tetap lakukan tindakan tadi sambil mencari bantuan dokter. Dokter biasanya akan memeriksa letak penderahan lalu memberikan obat tetes/semprot,mungkin juga akan ada tindakan pemasangan tampon untuk menghentikan pendarahan.

Bila pendarahan sudah terhenti,usahakan jangan menghembus nafas terlalu keras lewat hidung, jangan mengorek-ngorek bekas luka pada hidung.

Komplikasi
– Anemia, bila pendarahan terus menerus terjadi dalam jumlah banyak dan lama.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *