Cinta Platonis: Konsep Cinta Dari Kesempurnaan Ide

Pernah mendengar tentang Cinta Platonis? Apa pengertian Cinta Platonis? Apakah benar, cinta platonis cinta tanpa nafsu?

Cinta Platonis dikenal sebagai cinta yang tidak mungkin, yang bertahan sebagai ide atau fantasi. Semua ini karena Plato berpendapat bahwa cinta didasarkan pada kebajikan, kesempurnaan dan tidak ada di dunia nyata, ada di idea dan tidak mungkin tercapai.

Cinta platonis adalah perasaan cinta yang diidealkan, di mana elemen s3ksu*l diabstraksikan, ditandai dengan tidak dapat diulang atau tidak terbalas.

Cinta Platonis dipahami sebagai cinta dari kejauhan, berdasarkan pada fantasi dan idealisasi, di mana objek cinta adalah makhluk sempurna, yang memiliki semua kualitas baik dan tanpa cacat.

Selain digunakan untuk merujuk pada perasaan, ‘Cinta Platonis’ juga digunakan untuk merujuk pada orang yang dicintai dan diidealkan dan yang mampu membangkitkan perasaan.

Ekspresi cinta terpusat pada keindahan karakter dan kecerdasan seseorang, dan bukan pada penampilan fisik mereka. Ide dari Cinta Platonis mengacu pada cinta sebagai akar dari semua kebajikan dan kebenaran.

Cinta menurut Plato

Konsep cinta Platonis mengacu pada konsep cinta Plato yang berurusan dengan ide yang tertuang dalam karyanya yang berjudul The Banquet. Baginya, cinta adalah sesuatu yang pada dasarnya murni dan tanpa nafsu, bukan pada cinta buta, cinta material, juga bukan cinta fana. Oleh karena itu, cinta tidak didasarkan pada kepentingan, tetapi didasarkan pada kebajikan.

Plato juga menciptakan teori tentang dunia ide, di mana segala sesuatunya sempurna dan segala sesuatu di dunia nyata adalah salinan yang tidak sempurna dari dunia ide tersebut. Jika dilihat dari sudut pandang ini, Cinta Platonis berarti sempurna, tetapi itu tidak ada di dunia nyata, letaknya di dunia ide.

Merasa memiliki Cinta Platonis dalam kehidupan adalah hal biasa. Namun ketika Cinta Platonis menjadi sebuah obsesi yang membuat frustasi, Anda perlu ingat bahwa cinta ini didasarkan pada idealisasi yang tidak sesuai dengan kenyataan dan mustahil atau sulit untuk diterapkan.

Siapakah Plato?

Plato adaah filusuf yunani yang lahir sekitar 427 SM – meninggal sekitar 347 SM. Selain filusuf ia adalah seorang matematikawan, penulis philosophical dialogues dan pendiri dari Akademi Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia adalah murid dari Socrates.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *