Deteksi sakit ginjal sedini mungkin

February 26, 2015 | By suparyo | Filed in: Uncategorized.

deteksi-ginjalPenyakit ginjal sering terlambat diketahui karena penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala yang jelas oleh karena itu pemeriksaan ginjal untuk mendeteksi gagal ginjal kronis harus segera dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih parah. Penderita ginjal semakin lama-semakin meningkat dan kebanyakan mereka datang dengan sakit yang sudah terlanjur parah. Penyebab yang paling banyak penyakit ginjal kronik adalah penyakit diabetes. Tetapi, ada beragam penyakit dan faktor lain yang memengaruhi perkembangan penyakit ini.

Jika penyakit ginjal kronik ini bisa diketahui sejak dini pasien akan jatuh pada gagal ginjal yang harus cuci darah, cangkok ginjal dan cuci rongga perut dengan secepat mungkin. Walau penyakit ini sering tidak menunjukkan gejala awal tetapi ada baiknya jika kita mengetahui gejala yang sering muncul seiring dengan bertambah parahnya penyakit ginjal. Gejala-gejala tersebut misanya tubuh merasa lelah, sulit tidur, gangguan konsentrasi, sering berkemih di malam hari dan nafsu makan yang menurun. Gejala-gejala seperti ini sering dianggap sepele, oleh karena itu sebelum semuanya terlanjur parah jika anda merasakan gejala seperti yang telah disebutkan diatas, segeralah lakukan pemeriksaan pada dokter tentang keadaan tubuh anda, agar segera di ketahui penyebab dari beberapa gangguan diatas.

Cuci darah dan transplantasi ginjal merupakan bagian dari upaya pengobatan yang harus ditempuh pasien yang kondisi ginjalnya sudah rusak parah. Dengan melakukan cuci darah bukan berarti ginjal yang sudah rusak bisa sembuh lagi melainkan hanya untuk mempertahankan kualitas hidup seseorang.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati oleh karena itu usaha pencegahan penyakit ginjal bisa anda lakukan dari sekarang yakni dengan menerapkan pola gaya hidup yang sehat.

1. Pada orang tanpa faktor risiko : Setiap orang berusia 40 tahun, harus diperiksa fungsi ginjalnya secara global.
2. Mereka yang berisiko tinggi : Hipertensi, diabetes, riwayat gagal ginjal, batu saluran kemih, infeksi saluran kemih berulang, obesitas, kolesterol tinggi, merokok.
3. Berat badan lahir rendah : Kalau kurang dari 2.500 gram bayi punya risiko untuk menjadi penyakit ginjal kronik pada suatu saat.
4. Pendidikan rendah : Orang yang pendidikannya rendah, mempunyai kecenderungan atau risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan ginjal.
5. Pendapatan rendah : Mereka yang berpenghasilan rendah rentan mengalami infeksi. Hal ini karena terjadi mereka cenderung mengonsumsi makanan yang kualitasnya kurang baik.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *