Gejala menopause pada wanita dan cara menghilangkannya

August 30, 2014 | By suparyo | Filed in: Kesehatan, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Uncategorized.

gejala-menopause

Pengertian Menopause

Menopause didefinisikan sebagai berhentinya siklus menstruasi secara alami dan kesuburan pada wanita mulai hilang. Ini merupakan hal biasa dan merupakan proses biologis pada setiap wanita. Menopause adalah perubahan kehidupan alam, bukan penyakit.

Penyebab menopause terjadi setelah mencapai umur tertentu, ovarium seorang wanita berhenti membuat telur dan produksi hormon seperti estrogen dan progesteron yang mengatur menstruasi dan kesuburan mulai berkurang. Secara bertahap, siklus menstruasi yang tidak teratur dan berhenti yang pada akhirnya menjadi menopause atau ketika seorang wanita tidak memiliki periode mestruasi selama 12 bulan berturut-turut.

Usia menopouse pada wanita. Proses terjadinya gejala menopause pada wanita biasanya diantara usia 45 dan 55. Usia rata-rata mengalami menopause adalah 51, tetapi beberapa wanita bahkan dapat memasuki masa usia menopause dini sebelum usia 40.

Gejala menopause

Gejala menopause dapat diperdiksi dengan munculnya gejala fisik baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, diataranya adalah gangguan psikologis, perubahan kulit. Ini adalah gejala yang paling umum dari menopause.

Tanda dan gejala menopause

1. Menstruasi tidak teratur

Sebelum seorang wanita berhenti mengalami menstruasi biasanya mereka mengalami masa perimenopause biasanya ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur dengan periode lebih singkat atau lebih lama. Perubahan ini menyebabkan seorang wanita mengalami datang bulan lebih awal atau lebih lambat. Ketidak seimbangan hormon merupakan penyebabnya, selain waktunya yang tidak teratur perdarahan juga bisa terjadi baik dalam jumlah banyak atau sedikit.

2. Kekeringan vagina

Penurunan hormon estrogen menyebabkan jaringan vagina menjadi kering, tipis, dan kurang elastis. Terjadinya lubrikasi pada vagina yang kurang dapat menyebabkan vagina terasa gatal serta iritasi saat berhubungan seks sehingga menimbulkan rasa sakit.

3. Kurangnya gairah seks

Kurangnya gairah seks juga merupakan ciri ciri menopause, ketidak seimbangan hormon selama masa perimenopause dapat menurunkan libidp wanita. Terlebih lagi dengan keringnya vagina, depresi, dan pemakaian beberapa obat menopause dapat mempengaruhi gairah wanita.

4. Insomnia

Biasanya seorang wanita yang memasuki masa menopause dapat mengalami perubahan pada pola tidurnya, sering terjaga pada malam hari, untuk mengatasi hal ini sebaiknya para wanita rutin melakukan olahraga.

5. Hot flashes

Hot flashes adalah gejala pra menopause paling umum yang biasanya mengawali masa menopause. Terjadinya krisis vasodilatasi kulit, dengan sensasi panas yang naik dari dada ke leher dan wajah, disertai dengan berkeringat banyak.
Jangka waktunya sangat variabel, dari beberapa detik hingga satu jam, terjadinya hot flashes
lebih sering pada malam hari, dan disertai dengan perasaan malaise (tidak sehat, tidak nyaman, atau lesu (tidak enak badan). Hal ini biasanya muncul sebelum menopause muncul dan berlangsung selama beberapa tahun sampai sekitar 5 tahun kemudian, meskipun intensitasnya berkurang dengan berlalunya bulan.

Hot flashes disebabkan karena terjadinya penurunan kadar estrogen membuat wanita merasa kepanasan seperti terpapar api terutama saat berada di dekat lampu.

6. Berat badan bertambah

Perubahan hormon selama menopause dapat mengakibatkan peningkatan berat badan terutama pada bagian pinggang. Penurunan dari hormon estriogen menyebabkan tubuh lebih lama mempertahankan lemak. Menurunkannya kadar hormon testosteron menyebabkan penurunan sistem metabolisme sehingga dengan cepat akan dapat dan mengakibatkan penambahan berat badan. Pada masa ini anda harus menjaga pola makan yang baik dalam menghadapi fase ini.

7. Perubahan mood

Perubahan hormon yang tidak seimbang dapat berpengaruh pada kondisi emosi wanita. Diluar efek hormon terhadap keadaan emosional, gejala menopause lain seperti sudah tidur yang mengakibatkan kurangnya jam tidur, berat badan yang tertus meningkat dan kekeringan vagina dapat membuat seorang wanita menjadi kesal, marah, atau sedih tanpa alasan.

8. Kelelahan

Menurunnya hormon mengakibatkan menurunnya tingkat energi pada wanita sehingga saat memasuki masa menopause seorang wanita akan lebih sering merasa lelah dan lemas tanpa sebab. Rasa lelah dan lemah tentunya akan mempengaruhi kegiatannya sehari-hari yang pada akhirnya mereka tidak bisa melakukan aktivitas sebagaimana biasanya.

9. Gangguan psikologis

Gangguan psikologis: di grup ini termasuk perubahan dalam kebiasaan tidur dengan sering insomnia seperti yang telah dibahas diatas, selain itu pada masa menopause seorang wanita juga sering mengalami masalah psikologis seperti mood, depresi, kecemasan, kesulitan berkonsentrasi, penurunan libido, dan sebagainya.

10. Gangguan kulit

Tanda tanda menopause terjadinya gangguan kulit, menurunkan ketebalan dan elastisitas kulit, terjadinya ekeringan, terkadang meraakan gatal.

11. Penyakit kardiovaskular

Pada masa menopause seorang wanita memiliki tingkat lebih tinggi dari penyakit kardiovaskular (serangan jantung, angina pektoris, hipertensi, arteriosclerosis…) hal ini mungkin saja terjadi karena karena penurunan hrmon estrogen.

12. Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit yang ditandai dengan massa tulang yang rendah dan struktur tulang berubah, yang menyebabkan peningkatan kerapuhan dan oleh karena itu, peningkatan risiko fraktur.

Kepadatan mineral tulang mencapai puncaknya pada 30-35 tahun; dari titik ini secara bertahap sedikit demi sedikit kepadatan tulang mulai berkurang. Kerugian lebih cepat ini selama bertahun-tahun menopause adalah karena penurunan estrogen, yang merupakan hormon yang memiliki peran penting dalam kepadatan tulang berkurang.

Langkah langkah diet saat menopause

Dasar dari diet harus makanan yang kaya kalsium. Asupan harian sebaiknya 1,5 gram kalsium, jadi jika Anda tidak mendapatkan dengan makanan (produk susu, sarden, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran) akan membutuhkan suplementasi melalui mulut. Hal ini juga penting untuk memastikan asupan vitamin D dan menurunkan kolesterol.

Berolahraga

Salah satu faktor risiko untuk osteoporosis adalah kurang olahraga, sehingga perlu untuk melakukan beberapa bentuk latihan rutin.

Demikian tadi adalah gejala gejala menopause, namun beberapa wanita yang beruntung tidak memiliki gejala, para ahli memperkirakan bahwa 85% wanita gangguan ini terkait dengan menopause. Jika gejala-gejala menopause yang begitu kuat mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Kebanyakan wanita tidak membutuhkan pengobatan untuk gejala menopause, biasanya ini akan hilang sendiri. Namun, jika anda merasa terganggu oleh gejala menopause, anda dapat menghilangkan gejala ini secara alami yang dapat anda lakukan.

Berikut adalah 10 cara untuk mengalahkan gejala menopause.

1 Flaxseed/biji rami

Ground flaxseed adalah biji/benih dari bunga FLAX (Linium Usitatissinum). Biji ini dianggap sebagai obat yang baik untuk gejala menopause seperti hot flashes. Flaxseed memiliki omega-3 asam lemak dan lignan, yang bertindak sebagai phytoestrogen (merupakan zat dari tumbuhan yang memiliki struktur kimia mirip dengan estrogen). Flaxseed membantu membantu untuk meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh, pada gilirannya Mengurangi intensitas hot flashes serta kekeringan vagina.

2. Cuka Sari Apel 2

Cuka sari apel dikenal sebagai obat tradisional yang populer untuk mengalahkan gejala menopause. Cuka sari apel Efektif dalam mengurangi intensitas hot flashes dan berkeringat di malam hari, dua dari gejala umum menopause.

3. Kedelai

Produk olahan kedelai seperti susu kedelai efektif dalam mengobati gejala menopause. Isoflavon dalam produk kedelai membantu menyeimbangkan kadar hormon dan memiliki beberapa aktivitas estrogenik. Cobalah untuk minum dua gelas susu kedelai setiap hari. Anda dapat juga mengkonsumsi beberapa iris roti biji rami am setiap hari.

4. Vitamin E

Vitamin E termasuk gizi yang dibutuhkan wanita menopause, vitamin ini bertindak sebagai pengganti estrogen, pada gilirannya membantu untuk membantu mengurangi hot flashes dan untuk membantu mengurangi palpitasi jantung dan kekeringan vagina.

5. Black cohosh

Untuk hot flashes dan berkeringat di malam hari, Black cohosh adalah obat kuno untuk mengatasi gejala menopause . Black cohosh bertindak sebagai phytoestrogen, mengandung sejumlah kecil Juga dari asam salisilat dengan sifat anti-inflamasi sehingga berguna untuk menghilangkan rasa sakit. Black cohosh juga membantu meringankan perasaan depresi.

Bagi wanita dengan penyakit hati jangan mengambil black cohosh.

6. Chasteberry

Obat tradisional lain yang populer untuk gejala menopause adalah Chasteberry. Tanaman ini Membantu menyeimbangkan hormon dengan kandungan gizi dan mendukung sistem endokrin yang membantu mengontrol gejala seperti hot flashes, berkeringat, vagina kering dan bahkan depresi ringan.

7. Kayu manis

kayu manis telah-telah digunakan dalam pengobatan Cina untuk mengurangi kecemasan, perubahan suasana hati dan depresi. Kayu manis juga mendukung serat otot rahim sehingga sangat bermanfaat bagi wanita menopause. Anda dapat menambahkan kayu manis pada the herbal anda.

Untuk menghilangkan kaki kasar dan lelah yang terjadi selama menopause karena perubahan kadar hormon, tambahkan dua sendok makan kayu manis ke ember kecil berisi air hangat. Rendam kaki Anda dalam air selama 15 menit dan lakukan secara teratur sesuai kebutuhan.

8. Akupunktur

Akupunktur, seni penyembuhan kuno Itu untuk penyeimbangan tubuh, alkupuntur dipercaya memberikan manfaat untuk mengatasi beberapa gejala menopause, hot flashes dan kecemasan

9. Yoga

Gejala seperti perubahan suasana hati, gangguan tidur, keringat malam dan hot flashes dapat dikurangi dengan berlatih yoga.

Beberapa latihan yoga secara umum dapat membantu mengurangi gejala menopause. Melakukan latihan yoga sekali atau dua kali seminggu untuk mendapatkan manfaatnya. Selain membantu mengurangi gejala menepouse yoga juga membantu menghilangkan stres, meningkatkan peningkatan suasana hati, mencegah penurunan kognitif dan meningkatkan meningkatkan kualitas hidup bagi banyak perempuan.

10. Olah raga

Olahraga dapat mengurangi beberapa masalah tidur yang banyak dialami wanita saat menopause. Setidaknya Para ahli merekomendasikan 30 menit aktivitas per hari.

Dengan tips dan saran alami diatas banyak tanda-tanda dan gejala terkait dengan menopause akan hilang secara alami dan membantu Anda untuk menjalani hidup lebih sehat.

 


Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *