Jenis jenis antibiotik dan fungsinya

October 22, 2014 | By suparyo | Filed in: Uncategorized.

kapsul

Mengenal jenis jenis antibiotik dan fungsinya. Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk menghambat dan membubuh bakteri yang menyebabkan infeksi. Obat ini dapat digunakan untuk melawan infeksi yang terjadi pada tumbuhan, hewan juga manusia.

Manfaat antibiotic digunakan untuk melawan infeksi bakteri dan virus namun hal ini juga dapat berbahaya bagi tubuh jika dilakukan tidak secara tuntas karena setiap dosis yang dipakai tidak berpengaruh maka sebaliknya akan terjadi peningkatan kekebalan bakteri terhadap antibiotic tersebut sehingga bakteri yang kebal dengan antibiotic tidak dapat dibunuh dengan menggunakan dosis yang sama.

Inilah sebabnya seseorang harus menggunakan antibiotic sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter sebelum mereka menggunakan antibiotic.

Jenis jenis antibiotic

Pinisilin

Pinisilin ditemukan oleh Alexander Fleming secara tidak sengaja ari kultur jamur. Dan saat ini terlah ditemukan lebih dari 100 antibiotik yang umum digunakan oleh dokter untuk melawan infeksi baik parah maupun ringan.

Jenis jenis antibiotic yang dikategorikan berdasarkan struktur kimia antara lain adalah :

– Aminoglikosida (Aminoglycosides)

– Fluoroquinolones

– Makrolid (Macrolides)

– Penisilin (Penicillins)

– Polipeptida (Polypeptides)

– Sefalosporin (Cephalosporins)

– Sulfonamida (Sulfonamides)

– Tetrasiklin (Tetracyclines)

  1. Penisilin (Penicillins)

Ini ,erupakan jenis antibiotic yang bekerja merusak dinding sel bakteri saat bakteri sedang dalam proses reproduksi. Dan pinisilin sendiri terdiri dari kelompok agen bakteri sida terdiri dari penisilin G, tikarsilin, kloksasilin, oksasilin, amoksisilin, penisilin V, ampisilin, dan nafsilin. Antibiotik jenis ini biasanya digunakan untuk infeksi yang berkaitan dengan kulit, gigi, mata, telinga, saluran pernapasan, dll. Namun ada sebagian orang mungkin dapat mengalami alergi dengan pinisilin yang dapat menyebabkan ruam atau demam.

  1. Sefalosporin (Cephalosporins)

Sefalosporin bekerja dengan cara mengganggu pembentukan dinding sel bakteri selama reproduksi. Antibiotic jenis ini dapat digunakan untuk mengobati bakteri yang tidak dapat diobati dengan pinisilin seperti meningitis, gonorrhea, dll.

Efek samping dari antibiotic jenis ini dapat menyebabkan ruam, diare, kejang perut, dan demam.

  1. Aminoglikosida (Aminoglycosides)

Antibiotik ini menghambat pembentukan protein bakteri biasanya digunakan untuk tifus dan pneumonia.

  1. Makrolida (Macrolides)

Antibiotik ini juga bekerja dengan menganggu pembentukan protein bakteri. Biasanya digunakan untuk melawan infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran lambung, dll.

  1. Sulfonamida (Sulfonamides)

Antibiotik ini efektif untuk mengobati penyakit ginjal namun juga berbahaya juga bagi ginjal itu sendiri.

  1. Fluoroquinolones

Fluoroquinolones adalah satu satunya bakteri yang secara langsung menghentikan sintesis DNA bakteri. Anti biotic ini dapat diserap tubuh sehingga dapat diberikan secara oral. Antibiotik ini dianggap efektif untuk mengobati infeksi saluran kemih dan saluran pernapasan. Namun pengunaannya dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang oleh karena itu penggunaannya tidak dianjurkan untuk wanita hamil atau anak-anak.

Efek samping : mual, muntah, diare, dll

  1. Tetrasiklin (tetracyclines) dan polipeptida (polypeptides)

Tetrasiklin dianggap sebagai antibiotic spektrum luas digunakan untuk berbagai infeksi seperti infeksi telinga tengah, saluran pernafasan, saluran kemih, dll. Pengunaanya harus hati hati karena dapat memperburuk masalah dan juga dianggap cukup beracun.

Peringatan : Pengunaan antibiotik haruslah berdasarkan dari petunjuk dan resep dari dokter karena dapat menimbulkan bahaya dan masalah dikemudian hari.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *