Kesalahan yang sering terjadi dalam mendidik anak

December 13, 2015 | By suparyo | Filed in: Pendidikan.

Mendidik anak adalah tanggung jawab besar orang tua, namun masih banyak orang yang menganggap remeh akan hal ini. Banyak orang tua yang masih mengabaikan masalah pendidikan anak dan bahkan tidak menaruh perhatian pada perkembangannya.

Saat anak mulai tumbuh dewasa dan mulai melawan orang tua, menyimpang dari norma agama dan tatanan sosial orang tua baru merasa gerah dan justru menyalahkan anaknya. Sangat disayangkan banyak orang tua yang tidak sadar dan hanya menyalahkannya tanpa mengerti akan keselahan yang dilakukan orang tua.

memarahi-anakKelalaian dan kesalahan dalam mendidik anak sangat bermacam bentuknya sehingga anak menyimpang dari norma norma dan orang tua tanpa menyadarinya ikut andil didalamnya.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan orang tua dalam mendidik anaknya.

Menumbuhkan rasa takut dan minder pada anak

Banyak orang tua yang menakut-nakuti anaknya agar mereka berhenti menangis, dengan bambaran hantu, jin suara dan lain lain. Dampak yang ditimbulkan dari kesalahan ini akan membuat anak menjadi penakut, takut akan bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti. Contoh sederhana anak takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena mereka sering mendengar cerita tentang hatu, jin dan makhluk lainnya.

Hal paling parah yang tanpa disadari dalam mendidik anak orang tua kadang menanamnkan rasa takut pada dirinya sendiri misalnya karena kawatir mereka jatuh dan berdarah baik pada wajah, tangan atau lututnya. Pada saat hal ini terjadi oerang tua harus bersikap tenang dan menampakkan senyum untuk menghadapi ketakutan anak tersebut dan bukan dengan menakut nakutinya atau memarahinya dan berhentilah membesar besarkan masalah. Jika anda membuat kesalahan dengan terlihat panik, memarahinya, anak akan semakin keras menangis dan membuatnya menjadi takut saat berdarah dan merasa sakit.

Mendidik anak menjadi sombong, congkak terhadap orang lain

Kesalahan ini juga sering dilakukan oleh orang tua dan hal ini merupakan kebalikan dari poin pertama. Selaku orang tua seharusnya kita dapat mengambil sikap tengah tengah tidak berlebihan dan tidak dikurangi. Berani tidak harus sombong dan congkak terhadap orang lain. Sikap berani harus selaras dengan rasa takut pada sesuatu yang seharunya di takuti. Contoh sederhana takut berbohong, takut pada binatang buas dan sesuatu yang berbahaya. Mari kita didik anak kita untuk berani dan tidak merasa takut untuk mengamalkan sebuah kebenaran.

Membiasakan diri hidup merah, berfoya-foya juga sombong

Membiasakan hidup dengan berfoya-foya, meawah dan sombong dapat membentuk anak menjadi seseorang yang suka dengan kemewahan, suka bersenang-senang. Menjadikan dirinya hanya peduli pada dirinya sendiri tanpa berfikir keberadaan oerang lain. Sikap ini dapat merusak sikap anak dan menjadikannya sebagai karakter angkuh, congkak dan sombong serta gemar akan kemewahan.

Selalu Memenuhi Permintaan Anak

Ada orang tua yang selalu memberikan apa yang diinginkan oleh anaknya tanpa memikirkan dampak baik dan buruknya. Setiap hal yang diinginkan anak tidak semuanya bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Semisal anak meminta sebuah sepatu baru sementara beberapa minggu yang lalu kita telah membelikan sepatu baru, jika menurutinya ini sama halnya dengan menghambur-hamburkan uang dan membiasakan menuruti semua keinginan anak tanpa peduli untuk mengajarkan anak tentang pentingnya nilai uang dan beratnya mencari nafkah.

Selalu memenuhi permintaan anak ketika ia menangis

Anak kecil sering meminta sesuatu dan jika kita menolaknya dengan alasan dia akan mengeluarkan senjata pamngkasnya dengan menangis, akhirnya orang tua kasihan dan memberikan apa yang dia minta. Cara ini dapat membuat anak lemah dan cengeng dan tidak memiliki jati diri.

Terlalu keras dan kaku dalam menghadapi anak

Memukul hingga memar, memarahinya, membentak dan cacian ataupun cara keras lainnya. Padahal anak terkadang tidak sengaja berbuat salah dan baru sekali melakukannya. Hindari cara seperti ini karena dapat merusak mental anak. Cobalah untuk melakukan pendekatan lebih halus dan menjelaskan apa dan harus bagaimana agar dia mengerti konsekuensi dari sebuah perbuatan.

Terlalu pelit melebihi batas kewajaran

Ada juga orang tua yang terlalu pelit pada anaknya hingga mereka kurang terpenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat mendorong anak untuk mencari uang sendiri dengan berbagai cara. Contoh mencuri, meminta minta atau dengan cara lain.

Tidak menyayangi anak sehingga mereka mencari kasih sayang diluar rumah hingga mereka menemukannya.

Ini adalah fenomena yang sering terjadi dan banyak menjerumuskan anak kedalam pergaulan bebas. Seorang anak perempuan yang kurang mendapatkan kasih sayang dilingkungan keluarga mencari perhatian laki-laki diluar lingkungan keluarganya. Sang perempuan merasa senang karena si laki-laki seing memujinya, merayu dll hingga si anak jatuh pada pergaulan bebas demi sebuah cinta semu.

Memperhatikan kebutuhan jasmaninya saja

Banyak orang tua yang mengira hanya cukup memberikan apa yang dia butuhkan. Merasa memberikanpendidikan yang baik, makanan dan minuma bergizi, pakaian bagus, sekolah yang berkualitas. Sementara itu tidak mendidik anak agar beragama secara baik dan benar dan berakhlak mulia. Banyak orang tua yang lupa bahwa mendidik aanak tidak cukup dengan materi saja.

Terlalu berprasangka baik

Sebagian orang tua selalu berprasangka baik pada anaknya. Selalu merasa bawa semua baik baik saja dan tidak perlu ada yang di khawatirkan. Tidak pernah melakukan pengecekan terhadap teman terdekat anak. Dan ketika tiba tiba sang anak terkena musaibah atau gejala penyimpangan seperti narkoba dan lain lain mereka baru kaget dan merasa sadar, hingga pada akhirnya menutup nutupinya serta memaafkannya dan yang tersisa hanyalah sebuah penyesalan yang tanpa guna.

Demikian tadi beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak. Tidak hanya memberikan kebutuhan material saja tetapi juga memberikan didikan yang baik untuk bekal kehidupan agar dia menjadi manusia sejahtera dan berakhlak mulia.


Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *