Manfaat kunyit untuk melawan sel sel kanker

August 15, 2016 | By suparyo | Filed in: Kanker, Kesehatan.

Kunyit atau kunir, nama lokal, seperti turmeric (Inggris), kurkuma (Belanda), kunyit (Indonesia dan Malaysia), janar (Banjar), kunir (Jawa), koneng (Sunda), konyet (Madura), nama nama lain di berbagai negara Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val, azafrán cimarrón, yuquilla (Cuba), turmérico, jengibrillo (Puerto Rico), palillo cholón, palillo chuncho, guisador, palillo (Perú, Bolivia).

Tanaman kunyit termasuk rempah rempah dan obat asli di wilayah Asia tenggara kemudian sari wilayah asia tenggara Malaysia, Indonesia, menyebar ke Australia, Afrika bahkan di berbagai wilayah dunia lainnya. Hampir setiap orang di Asia pada umumnya pernah menkonsumsi kunyit karena rempah rempah ini sering digunakan sebagai pelengkap masakan atau bahkan di manfaatkan sebagai jamu untuk kesehatan juga kecantikan.

gambar-kunyit

Sebagai rempah rempah, popularitas kunyit semakin menanak seiring manfaat yang diberikan olehnya. Hal inilah yang membuat banyak orang di seluruh dunia memutuskan untuk memasukkan asupan kunyit dalam kehidupan sehari hari.

Metode melakukan ini dengan mengkonsumsi kunyit sebagai sumber makanan, mengambil ektrak kunyit atau dalam bentuk pil atau mengkonsumsi ektrak kunyit dalam bentuk cairan. Alasan utama yang sering dikemukakan adalah hasil dari penelitian ilmiah tentang manfaat kunyit yang dapat membantu mencegah kanker, Alzheimer, dan banyak lagi.

Manfaat kunyit untuk kanker

Sebuah cara sederhana namun efektif untuk mencegah kanker dan melindungi terhadap penyakit hati adalah rempah-rempah yang umum yang telah digunakan dalam masakan Indonesia selama ribuan tahun.

Nama kunyit semakin melambung dan bersinar erang sebagai rempah rempah anti kanker dengan berbagai manfaat kesehatan yang nyata yang mampu membunuh sel sel kanker.

Berbagai penelitian terus menerus dilakukan menyangkut kekuatan gizi kunyit dan para peneliti lebih fokus pada cara kunyit dalam melawan kanker.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Asia Pacific Journal of Cancer Prevention, misalnya,pernah kunyit sebagai obat yang menjanjikan dalam pengobatan kanker. Studi sebelumnya telah mencapai kesimpulan yang sama, termasuk studi 2007 yang diterbitkan dalam jurnal Liver Internasional.

Para peneliti di Departemen Gastroenterologi di Tel Aviv Sourasky Medical Center di Israel menguji efek dari kurkumin pada tikus dengan cedera hati yang disebabkan oleh bahan kimia. Dibandingkan dengan tikus yang memiliki sakit yang sama yang tidak diberi kurkumin, menunjukkan bawa rempah-rempah secara efektif mencegah perkembangan sirosis hati.

Konsumsi kunyit aman bagi manusia, sehingga masuk akal jika berbagai penelitian harus dilakukan untuk mengetahui lebih jauh tentang efek menguntungkan dari kunyit dan hubungannya dengan memperlambat perkembangan sirosis hati.

Pada tahun 2008, peneliti dari Taiwan menerbitkan sebuah studi yang memverifikasi bahwa kurkumin juga bisa bermanfaat guna pengobatan kanker paru-paru.

Rempah-rempah ini tidak hanya menunjukkan kemampuan uniknya untuk mencegah sel-sel kanker tetapi uga mengaktifkan protein kunci yang bertanggung jawab untuk blokade alami terhadap kanker. Tim dari Universitas Yang-Ming Nasional di Taipei akhirnya menyatakan bahwa temuan mereka mendukung pelaksanaan kurkumin dalam terapi metastasis anti-kanker.

Pada tahun 2010, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of ovarium, dari penelitian menemukan bahwa kurkumin memiliki manfaat  unik dalam pengobatan kanker.

Pasien dengan kanker ovarium, yang sulit untuk diobati karena resistensi terhadap kemoterapi dan radiasi efektif dalam “pra-perawatan” dengan kurkumin, dalam rangka meningkatkan efektivitas pengobatan kanker konvensional. Kunyit dapat meningkatkan keberhasilan terapi kanker ovarium.

The Life Extension (LEF) Foundation telah melakukan penelitian tentang sifat anti-kanker kunyit dan memiliki manfaat 10 menakjubkan dalam mencegah faktor penyebab perkembangan kanker, termasuk, kerusakan DNA, peradangan kronis, gangguan jalur sinyal sel.

Ratusan penelitian  tak terhitung penelitian yang diterbitkan, hasil juga menunjukkan bahwa kunyit ampuh sebagai makanan pencegah kanker dengan cara yang unik.

Meskipun dosis yang tepat dari kunyit untuk pencegahan kanker secara resmi belum ditetapkan, studi pada manusia yang didiagnosis kanker menemukan bahwa dosis curcumin sekitar 3.600 mg (3,6 gram) diinduksi paraptosis, yaitu kehancuran selektif sel kanker mitokondria; siklus sel kanker, downregulation sel kanker, menghancurkan dan menghentikan perkembangan sel induk.

Kunyit memperlambat penuaan, melindungi jantung

Olahraga membantu meperlambat proses penuaan juga menyehatkan jantung. Selain olahraga ternyata kunyit juga mampu melakukannya. Menurut 3 penelitian yang berbeda yang dilakukan oleh para peneliti di University of Tsukuba di Jepang, kunyit mungkin sama efektifnya dengan olahraga ringan dalam pencegahan penuaan dan meningkatkan kesehatan jantung.

Konsumsi kunyit juga membantu mengurangi jumlah spesies oksigen reaktif dalam cacing gelang dan mengurangi jumlah kerusakan sel yang biasanya terjadi selama proses penuaan.

Sejumlah studi ilmiah yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bahwa konsumsi kunyit secara teratur dapat benar-benar memperpanjang hidup dan meningkatkan kualitas hidup secara umum.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *