Manfaat madu dipasteurisasi untuk ibu hamil

April 20, 2014 | By suparyo | Filed in: Kehamilan, Kesehatan, Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Manfaat teh madu lemon

Manfaat madu dipasteurisasi untuk ibu hamil selain aman, madu mengandung zat makanan fruktosa, glukosa, antibakteri dan antioksidan yang baik untuk kesehatan.

Saat anda hamil anda akan menjadi sangat protektif terhadap segala seuatu terutama makanan. Anda akan khawatir terhadap minuman diet bersoda, mengkonsumsi merkuri yang ada dalam ikan, bahan makanan dengan pewarna, yaah ini memamng layak untuk menjadi perhatian terutama di saat masa kehamilan untuk menjaga bayi anda agar tetap sehat. Peringatan anak dibawah 1 tahun tidak boleh mengkonsumsi madu mungkin akan membuat anda bertanya-tanya apakah pada saat masa kehamilan boleh untuk mengkonsumsi madu? Jika Anda suka madu, ada alasan-alasan yang baik untuk terus mengkonsumsi selama kehamilan untuk mengambil khasiat madu untuk ibu hamil.

Manfaat madu untuk ibu hamil

Madu mengandung zat makanan terutama fruktosa, glukosa dan gula lainnya, menawarkan berbagai manfaat gizi dan kesehatan. Ini merangsang fungsi sistem kekebalan tubuh, membantu luka bakar dan luka ringan cepat sembuh, meredakan sakit tenggorokan dan mengurangi mulas dengan menetralkan asam lambung. Sifat antibakteri dan antioksidan mungkin akibat dari jumlah sekitar 200 zat yang berbeda, termasuk vitamin, mineral, asam amino dan enzim, yang terkandung didalam madu.

Risiko madu
Meskipun manfaat madu untuk kesehatan sangat besar namun madu dapat menimbulkan resiko bagi anak dibawah satu tahun. Sekitar 10 persen dari sampel madu mengandung spora botulisme, laporan Dr Alan Greene. Dalam sistem pencernaan bayi yang belum matang atau belum sempurna, spora inisangat sulit untuk dihapus tubuh dan bisa menjadi bakteri yang menghasilkan toksin botulinum, racun yang menyebabkan botulisme pada bayi. Periode risiko terbesar untuk anak-anak adalah antara 2 dan 4 bulan, meskipun bayi yang lebih muda dan lebih tua juga dapat dipengaruhi. Sementara beberapa kasus botulisme pada bayi yang ringan, penyakit ini kadang-kadang bisa berakibat fatal.

Madu dan kehamilan

Wanita yang sedang hamil tidak ada masalah untuk mengkonsumsi madu karena usus orang dewasa memiliki lebih asam daripada bayi dan memiliki bakteri menguntungkan yang mencegah bakteri spora menjadi penyebab botulisme. Orang dewasa, termasuk wanita hamil, sering terkena spora botulisme tanpa ada keluhan sakit. Karena spora botulisme hadir dalam madu akan dihilangkan dalam usus wanita hamil sehingga tidak dapat mencapai aliran darah dan dikirim ke bayi Anda.

Madu yang telah dipasteurisasi

Manfaat madu untuk ibu hamil, mungkin beberapa orang dokter akan menyarankan untuk menghindari madu yang tidak dipasteurisasi untuk mengurangi risiko Anda terkena spora botulisme. Namun, pasteurisasi tidak selalu menghapus semua spora botulisme dalam madu karena spora dapat bertahan hidup bahkan jika mereka direbus selama beberapa jam. Pasteurisasi madu juga dapat merusak enzim rapuh dan zat-zat bermanfaat lainnya yang terkandung didalam madu,sehingga mengurangi manfaat gizi dan kesehatan yang ada didalam madu. Karena baik dipasteurisasi dan tidak dipasteurisasi madu dapat mengandung spora botulisme, tidak semua ahli sepakat bahwa perlu untuk menghindari madu yang tidak dipasteurisasi selama kehamilan. Dan ini masih menjadi perdebatan sengit yang sangat menarik untuk di ikuti. Dan untuk mengambil titik amannya akan lebih baik jika anda mengkonsumsi madu yang telah dipasteurisasi untuk meminimalisir resiko dari spora botulisme.

Apakah aman untuk mengambil madu dan teh jeruk nipis selama kehamilan ?

Jika Anda penikmat teh mungkin anda akan bertanya-tanya apakah dimasa kehamilan aman untuk terus mengkonsumsi teh saat anda dinyatakan positif hamil? Meskipun anda harus menghindari teh herbal tertentu saat hamil dan beberapa teh herbal lainnya aman untuk dikonsumsi dan akan lebih baik jika anda berkonsultasi dengan dokter sebelum anda memutuskan untuk mengambil manfaat madu untuk ibu hamil. Tapi sementara ini, informasi tambahan terkait teh dan madu di masa kehamilan.

Teh herbal
Sering kali kita temukan teh herbal yang digunakan untuk pengobatan berbagai macam penyakit termasuk yang mungkin terjadi selama kehamilan. American Pregnancy Association mencatat bahwa ada beberapa teh herbal membantu untuk Anda memiliki kehamilan yang sehat. Perbedaan antara teh biasa dan herbal adalah bahwa teh biasa dibuat dari daun tanaman teh dan teh herbal mungkin berisi buah, akar, bunga dan biji varietas tanaman lainnya yang mengandung zat-zat yang mungkin tidak selalu aman terutama selama kehamilan.

Bahaya teh herbal selama masa kehamilan dapat saja terjadikarena teh herbal mungkin campuran bahan tertentu yang berdampak pada wanita hamil dan bayi, tetapi ini akan sangat sulit untuk menetapkan dan meyakinkan apakah ini berbahaya atau tidak. Tumbuh-tumbuhan tertentu yang dapat digunakan sebagai obat mungkin tidak boleh digunakan selama kehamilan. Bahkan teh yang dipasarkan khusus untuk ibu hamil mungkin mengandung bahan-bahan yang dapat berbahaya bagi ibu dan bayi.

Teh lemon dan madu

Tidak semua teh lemon dan madu adalah sama, itu sebabnya beberapa mungkin aman sementara yang lainnya tidak. Minum teh herbal dengan banyak lemon dapat merangsang rahim dan menyebabkan abortus spontan. Tetapi perlu anda ingat, seringkali, tumbuh-tumbuhan tertentu dalam teh lemon juga dapat menyebabkan keguguran, termasuk chamomile, kembang sepatu, sage dan sassafras. Jika anda membuat teh dengan jus lemon alami maka ini akan aman untuk anda konsumsi dan madu merupakan bahan yang baik untuk digunakan dimasa kehamilan.

Tidak ada cara yang lebih baik untuk memulai hari daripada segelas jus lemon hangat dengan satu sendok makan madu.

Madu mengandung gula alami yang menjaga cukup baik tingkat konstan gula darah. Mengandung kalsium, vitamin B, tembaga, besi, mangan, magnesium, kalium, fosfor dan seng. Madu merupakan aktioksidan yang kuat karena kandungan didalam madu yang disebut pinocembrin.

Madu baik digunakan setelah melahirkan untuk membantu menyembuhkan luka episiotomi dan bekas luka operasi caesar.

Nasihat

Baca label setiap anda akan membeli dan mengkonsumsi minuman teh herbal. Daftar dari bahan yang terkandung didalamnya akan memberitahu anda apakah mereka aman untuk di konsumsi. Jika anda tidak mengenali bahan-bahan tertentu yang terdapat didalamnya sebaiknya anda tidak mengambilnya, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan bersertifikat lainnya sebelum mengkonsumsi teh herbal tertentu.

Membuat teh lemon dan madu sendiri agar lebih sehat dan aman. Siapkan teh hitam tanpa kafein dan menambahkan sedikit madu dan beberapa tetes jus lemon. Biasanya jahe teh lemon dan madu dianggap aman disaat masa kehamilan. Menambahkan sejumlah kecil jahe secukupnyadapat membantu mengatasi morning sickness pada awal kehamilan.

Di masa kehamilan mengambil madu yang telah dipasteurisasi untuk menghindari risiko botulisme. Madu mengandung zat makanan terutama fruktosa, glukosa, sifat antibakteri dan antioksidan mungkin akibat dari jumlah sekitar 200 zat yang berbeda, termasuk vitamin, mineral, asam amino dan enzim, yang terkandung didalam madu menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan.

Terima kasih telah membaca artikel tentang manfaat madu untuk ibu hamil, terus ikuti update terbaru situs ini melalui facebook, twitter serta google plus dengan cara klik tombol like. Jangan lupa share artikel karena barang kali teman dan saudara anda membutuhkan informasi tentang manfaat madu untuk ibu hamil.


Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *