Manusia purba di indonesia

March 30, 2015 | By suparyo | Filed in: Uncategorized.

Manusia purba merupakan jenis manusia yang hidup jutaan tahun yang lalu dimana mereka belum mengenal tulisan dan juga belum memiliki alat pendukung berburu yang memadai . Pada masa ini mereka mencari makan dengan berburu dengan alat dari kayu. Pada masa ini diperkirakan sekitar 4 jua taun yang lalu.
Banyaknya penemuan-penemuan akan fosil dan artefak. Apasih yang dimaksud dengan FOSIL dan Artefak?
Fosil adalah tulang belulang baik itu manusia, hewan maupun tumbuhan.
Artefak adalah alat atau perlengkapan penunjang kehiduan manusia sebagai hasil dari kebudayaan.
Dari fosil dan artefak inila para peneliti /arkeolog mengetahui tentang peradapan manusia di masa lampau.
Manusia urba yang ditemukan di Indonesia.

Gambae Meganthropus Paleojavanicus
1. Meganthropus Paleojavanicus
Meganthropus Paleojavanicus merupakan manusia raksasa yang ditemukan di pulau Jawa oleh peneliti belanda bernama Von Koniegswald di Sangiran yang terletak di Lembah Bengawan Solo, penemuan ini sekitar tahun 1936 – 1941. Fosil manusia purba ini dari lapisan Pleistosen bawah, diperkirakan fosil ini memiliki badan tegap dengan rahang besar dan kuat. Jenis manusia yang diketemukan ini dierkirakan berasal dari Zaman Batu Tua atau Paleolithikum sekitar 1- 2 juta tahun lalu.

gambar Pithecanthropus
2. Pithecanthropus
Penemuan manusia purba selanjutnya adala jenis manusia yang paling banyak ditemukan di Indonesia, manusia ini disebut sebagai kera yang telah berjalan tegak dengan umur yang berfariasi antara 30.000 tahun hingga 2 juta tahun lalu. Ciri-ciri dari manusia jenis ini
Manusia purba jenberbadan tegap namun tidak setegap meganthropus, dengan bentuk muka menonjol ke depan dan dahi miring kebelakang, bentuk kepala manusia pada masa ini kepalanya lonjong seperti berkonde dan hidungnya besar.
Terdapat beberaa spesies jenis manusia purba ini antara lain :

gambar Pithecanthropus Erectus
a. Pithecanthropus Erectus fosil ditemukan olah Eugene Dubois pada Tahun 1891 di Trinil Jawa Tengah. Yang berasal dari lapisan Pleistosen lapisan bawah dan tengah. Yulang paa yang diketemukan ukurannya jelas seperti milik manusia yang menunjukkan manusia telah berjalan dengan menggunakan kedua kakinya dengan volume otak mencaai 900cc sedangkan kera hanya 600cc.

gambar Pithecanthropus Mojokertensis
b. Pithecanthropus Mojokertensis jenis ini ditemukan pada taun 1936 di Mojokerto, Jawa Timur. Fosil yang berhasil diketemukan adala tulang tengkorak anak-anak.

gambar Pithecanthropus Robotus
c. Pithecanthropus Robotus
Penemuan fosil ini oleh Weidenreich dan Von Koenigswald pada Tahun 1939 di Trinil, fosil yang ditemukan adala jenis fosil sejenis Pithecanthropus Mojokertensis.

Gambar Pithecanthropus Soloensis
d. Pithecanthropus Soloensis
Penemuan selanjutnya adalah fosil Pithecanthropus Soloensis yang ditemukan di tempat terisah oleh Von Koeningswald dan Oppernoorth di Ngandong dan Sangiran. Fosil yang diketemukan berupa tengkorak dan tulang kering pada tahun 1931-1933.

3. Homo
Jenis homo merupakan manusia purba yang berumur paling muda dan diperkirakan mereka hidup pada zaman 15.000-40.000 SM. Volume otaknya yang sudah menyerupai manusia modern dan bukan lagi manusia kera (Pithecanthrupus).
Manusia purba jenis homo yang ditemukan di Indonesia antara lain :

Gambar Homo Soloensis
a. Homo Soloensis
Fosil dari manusia urba jenis ini ditemukan oleh Von Koeningswald dan Weidenrich sekiar tahun 1931-1934 disekitar sungai Bengawan Solo. Fosil yang berhasil mereka temukan adalah tulang tengkorak. Penemuain ini memiliki ciri-ciri khusus yaitu tinggi badan antara 130 – 210 cm, volume otak antara 1000 – 1300 cc dengan bentuk muka tidak menonjol ke depan; dan mereka telah berjalan tegap secara bipedal atau dua kaki. Manusia purba jenis Homo soloensis diperkirakan hidup antara 300.000 hingga 900.000 tahun yang lalu.

Gambar homo Wajakensis
b. Homo Wajakensis
Fosil manusia purba Homo Wajakensis di temukan oleh Van Rèestchoten Tahun 1990 di Desa Wajak Tulungagung dan selanjutnya di teliti oleh Eugene Dubois. Manusia purba jenis ini hidup antara 25.000- 40.000 tahun yang lalu, di temukan pada lapisan Pleistosen Atas. Tengkoraknya yang ditemukan banyak persamaan dengan orang Aborigin penduduk asli Australia. Dengan ciri-ciri muka lebar dan datar; hidungnya lebar dan bagian mulutnya menonjol dengan tulang tengkorak sudah membulat dengan tonjolan yang agak mencolok di dahi.

gambar Homo Floresiensis
c. Homo Floresiensis
Homo floresiensis atau manusia Flores dan juga dijuluki hobbit merupakan nama yang diberikan oleh kelompok peneliti untuk spesies dari genus Homo, jenis ini memiliki volume otak kecil, berdasarkan serial subfosil jenis ini ditemukan di Liang Bua, Pulau Flores, pada tahun 2001. Dengan postur tubuh paling tinggi sepinggang manusia moderen aau sekitar 100 cm. Manusia jenis ini diperkirakan berasal dari 13.000 – 94.000 tahun yang lalu.
Jika dibandingkan dengan jenis homo lainnya jenis ini memiliki keistimewaan karena tubuhnya kersil. Di indonesia fosilnya di temukan oleh seorang pastur bernama Verhoeven pada tahun 1958 di goa Liang Bua Manggarai, Flores, dan baru di umumkan sebagai temuan yang cukup menghebohkan pada tahun 2004. Fosil yang ditemukan diperkirakan hidup pada 18.000-30.000 tahun yang lalu, dan jenis ini telah mampu membuat peralatan dari batu, jenis ini adalah pemburu handal dan memasak dengan api, namun jenis ini memiliki ukuran tangannya masih panjang, dengan tinggi tubuh sekitar 1 meter dengan ukuran tengkorak seperti anak kecil, masyarakat Flores menyebut manusia kerdil ini dengan nama Ebu Gogo.

Pada era manusia purba dibagi menjadi beberapa zaman dan masing masing zaman memiliki peradaban yang berbeda. Baiklah mari kita ngok sebentar jenis zaman apa saja yang menjadi kehidupan manusia purba.

Zaman Palaeolitikum

  1. Zaman Palaeolitikum

Palaeolitikum atau yang lebih dikenal dengan sebutan zaman batu, pada masa ini manusia hidup dengan cara berkelompok. Pada zaman ini kehidupan manusia masih sangat primitive. Kehidupan pada masa ini masih sangat sederhana, kebayakan dari mereka tinggal di gua-gua, sungai bahkan ada yang tinggal diatas pohon. Pada zaman ini manusia purba mencari makanan pohon yang menyediakan makanan dari alam namun terkadang mereka juga berburu.

Pada masa ini manusia suka hidup berpindah pindah dari sau daerah ke daerah lain. Di Indonesia memiliki beberapa Janis manusia purba seperti homo soloensis dan homo wajakensis.

Zaman mesolitikum

  1. Zaman mesolitikum

Zaman ini masi satu zaman dengan zaman batu namun bisa disebut sebagai zaman pertengahan. Pada masa ini cara makan mereka dengan mengkonsumsi makanan alam dan dengan berburu.

Zaman Neolitikum

  1. Zaman Neolitikum

Zaman Neolitikum juga dikenal sebagai Zaman batu muda, zaman ini dimulai pada 1.500 SM, Cara makan pada zaman ini berbeda dengan zaman kedua zaman yang ada diatas. Pada zaman ini mereka produktif, yaitu mulai mengenal berternak dan bercocok tanam. Untuk model rumah mereka telah menggunakan rumah panggung untuk menghindari binatang buas pada zaman ini manusia membuat lubang lubang menyimpan bahan makanan. Pada masa ini manusia purba Indonesia sudah mengenal kapak lonjong dan beliung persegi.

Zaman Megalitikum

  1. Zaman Megalitikum

Zaman Megalitikum juga dikenal sebagai zaman batu besar, pada masa ini manusia sudah mengenal kepercayaan ghaib yang bisa berpengaru pada nasib manusia dan sudah mengenal kepercayaan terhadap roh leluhur. Pada zaman ini mereka telah menghormati mereka yang meninggal dan mengurusnya dengan baik.

zaman perunggu

  1. Zaman Perunggu

Pada zaman perungu inila manusia purba suda mengenal perunggu dan sudah bisa melebur perunggu dengan kepandainnya. Zaman ini adalah zaman asimilasi dari masyarakat mongoloid dan masyarakat asli Indonesia yang membentuk ras Deutero Melayu. Pada zaman ini manusia elah menggunakan perunggu, logam besi untuk membuat alat-alat rumah tangga contohnya pisau, kampak, pedang dan lain lain.

Kehidupan akan terus bergulir dari zaman ke zaman berikutnya dan kita juga akan terlibat didalamnya, dikenang dan di ingat pada zaman berikutnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *