Mendidik anak dengan baik: Cinta dan dukungan tanpa syarat

December 9, 2015 | By suparyo | Filed in: Bayi, Kesehatan, Pendidikan.

mendidik-anakKebanyakan orang tua bertanya-tanya tentang bagaimana cara mendidik anak dengan baik. Pada artikel sebelumnya yang berjudul 8 kunci untuk mendidik anak, mungkin akan memberikan masukan pada anda tentang beberapa point yang mungkin layak untuk anda pikirkan.

Kebanyakan orang tua ingin anak anaknya menjadi orang yang matang, bahagia, mandiri dan kreatif. Tapi bagaimana kita bisa?

Anak perlu merasakan bahwa keluarganya stabil, solid dan harmonis. Sewaktu dia kecil mereka memiliki, merasa rumah adalah tempat dimana dia berasal. Rumah harus aman untuk berbicara secara bebas tanpa takut. Ini mencakup ekspresi positif seperti bermain, teriakan tertawa dan rumah merupakan tempat bagi dia untuk belajar dan meraih kebahagiaan.

Hubungan dekat antara ibu dan bayi sangat penting karena ini merupakan satu-satunya cara untuk memberitahukan pada abak tentang siapa dan apa. Pondasi kepribadian terbentuk sejak bayi lahir. Pemberian makan yang sehat dan baik, mampu berkomunikasi yang baik dengan anak dan membimbing bayi merasa kuat dan mandiri.

Anak-anak membutuhkan cinta dan dukungan tanpa syarat. Kita harus mendukung keputusan positif dari anak, komentar dan mendiskusikan negatif (yang orang tua tidak suka). Dengan demikian, kecil bisa belajar untuk bernegosiasi atau meyakinkan orang lain dan mengakui kesalahan mereka.

Memenuhi kebutuhan anak-anak tidak berarti memenuhi semua keinginan Anda. Mereka tidak tahu batas dan kita harus membedakan antara kebutuhan dan memperlakukan. Hal ini tidak selalu mudah karena kepuasan diri bisa menjadi kebutuhan nyata untuk anak. Anak yang diberi segala sesuatu yang dia ingin lakukandapat menimbulkan kesalahpahaman dalam hidupnya. Mungkin dapat saja mereka berpikir bahwa dia memiliki hak bawaan yang dapat menyebabkan masalah serius saat dewasa.

Konsekuensi lain mungkin bahwa anak tidak belajar untuk menyelesaikan konflik. Jika orang tua selalu mengatakan ya untuk segalanya dan tidak tahu bernegosiasi dapat saja berakibat buruk pada karakternya setelah dewasa.

Kekawatiran berlebihan muncul ketika orang tua tidak menghabiskan cukup waktu dengan anak-anak mereka dan sebagai imbalan dengan memberi mereka apa yang mereka inginkan. Jelas, hadiah dan barang adalah pengganti yang buruk dan mungkin juga dapat menghasilkan hal-hal buruk pula.

Kekakuan berlebihan berbahaya untuk sebuah prinsip karena apa yang benar satu hari mungkin tidak berikutnya. Kebutuhan anak-anak yang kompleks dan memerlukan orang tua untuk membimbingnya dalam mengetahui tengang sesuatu yang kompleks. Jika kita menjelaskan kepada anak-anak mengapa keputusan kita, mereka akan melihat logika Anda (meskipun tidak setuju), dan mematuhinya dengan lebih mudah. Mendidik anak dengan fleksibilitas cenderung menjadi lebih aman dan terbuka untuk mereka mulai mengembangkan pola pola piker setelah dewasa.

Di satu sisi kita harus berhati-hati untuk tidak kaku, namun disisi lain mungkin kita akan khawatir. Kita harus menegakkan ketertiban tanpa otoriter. Menjalin hubungan yang baik dengan anak, berkomunikasi tanpa adanya rasa takut untuk mengarahkannya pada sikap disiplin dan bertanggung jawab.

Mendidik anak bukanlah hal mudah, lingkungan merupakan hal yang sangat penting yang perlu kita perhatikan dan contoh baik yang dilakukan orang tua merupakan pelajaran berharga dibandingkan ceramah dan khotbah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *