Mengenal Kolesterol pada Anak

August 16, 2016 | By suparyo | Filed in: Kesehatan, Kesehatan anak usia dini.

Sebagian besar orang tua seringkali tidak pernah berpikir tentang manfaat dan kerugian kolesterol, atau seberapa penting pemeriksaaan kolesterol pada anak?

cek kolesterol

Beranggapan kolesterol hanya perlu diperhatikan pada usia dewasa dan orang tua, sehubungan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah yang sering di dapatkan pada usia tua, lagi pula peningkatan kadar kolesterol dalam darah pada anak-anak tidak memberikan gejala langsung, sehingga semakin sulit meyakinkan orang tua akan pentingnya memeriksakan dini koletsrol anak anda.

Anggapan ini ternyata salah, dalam beberapa penelitian medis justru penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) bersumber atau berawal dari tidak terkontrolnya kolesterol masa kanak-kanak. Timbulnya obesitas (kegemukan) pada anak, serta adanya riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi serta riwayat keluarga penyakit kardiovaskuler di usia muda, semakin meningkatkan resiko pada anak ketika memasuki masa dewasa. Trend penyakit jantung dan pembuluh darah ini semakin sering ditemukan pada usia muda rata-rata 35 tahun di Indonesia.

Apa yg perlu anda ketahui tentang Kolesterol ?

Cholestrol merupakan salah bentuk lipid atau lemak yang dihasilkan dan diolah oleh hati kita, tubuh kita kemudian menggunakan kolesterol untuk memenuhi kebutuhan dalam pembentukan dinding sel-sel tubuh dan pembentukan hormon, utamanya hormon seksual. Hati menghasilkan rata-rata 1000 miligram cholesterol per harinya, dianalogikan jika anda makan satu buah hamburger dalam sehari dapat mencukupi kebutuhan kolesterol tubuh anda perhari. Sumber-sumber makanan penghasil kolesterol dihasilkan dari bahan hewani seperti; kuning telur, daging, seafood, Produk susu ( susu, keju, ice cream).

Apa itu kolesterol baik Vs Kolesterol Jahat..?

Untuk bisa beredar dalam tubuh, kolesterol harus berikatan dengan sejumlah protein sehingga dapat berdar dalam darah menuju tempat-tempat yang dibutuhkan dalam tubuh. Ikatan protein dan kolesterol ini disebut Lipoprotein.

Nah ada dua jenis lipoprotein yang sering kita ketahui, yaitu Low-density Lipoprotein (LDL) dan High-density Lipoprotein (HDL). Mari kita bahas satu persatu.

Low-density Lipoprotein (LDL) sering disebut dengan istilah “Kolesterol jahat”, merupakan kolesterol yang beredar dalam darah dari hati menuju sel-sel tubuh yang memerlukan. Namun jika kadar kolesetrol LDL melebihi batas normal akan memungkinkan penumpukan pada dinding pembuluh darah (atherosclerosis) menyebabkan penyempitan atau bahkan penyumbatan pembuluh darah, jika berlanjut terus-menerus akan berakibat timbulnya penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), penyumbatan pada jantung disebut jantung koroner dan pada otak disebut stroke.

High-density lipoprotein (HDL) atau “kolesterol baik” berperan dalam mengangkut kolesterol yang berlebih dalam darah kembali menuju ke hati yang kemudian diolah dan dibuang oleh tubuh, sehingga mencegah penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah (atherosclerosis).

Jadi jika kadar LDL “kolesterol Jahat” tinggi, maka semakin tinggi resiko penyakit jantung koroner dan stroke, dan sebaliknya, semakin tinggi kadar HDL “Kolesterol baik”, semakin rendah resiko gangguan jantung dan pembuluh darah.

Apa penyebab peningkatan kolesterol darah..?

Secara garis besar ada tiga faktor penyebab peningkatan kadar kolesterol baik pada anak-anak maupun orang dewasa yaitu;

1. Diet (makanan): Makanan yang mengandung lemak tinggi terutama lemak jenuh (sebagian besar dari lemak hewani)

2. Keturunan: Diwariskan secara genetik dari orang tua dengan kecenderungan kolesterol tinggi.

3. Kegemukan (obesitas); Berhubungan dengan pola makan dan kurangnya aktivitas oleh raga.

Seorang anak yang cenderung aktif, pola makan yang sehat, tidak memiliki riwayat keturunan kolesterol tinggi, serta tidak mengalami kegemukan tentunya resiko peningkatan kolesterol darah sangat kecil. Ikuti artikel selanjutnya tentang pentingnya pemeriksaan kolesterol anak.

Lantas kapan kita harus memeriksakan kolesterol pada anak? Baca artikel dengan judul “Kapan sebaiknya memeriksakan kolesterol anak?”


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *