Pencegahan penyakit polio

July 22, 2016 | By suparyo | Filed in: Kesehatan.

Bagaimana virus polio masuk kedalam tubuh?

Virus polio memasuki tubuh melalui mulut dan berkembang biak di saluran pencernaan dan kelenjar getah bening regional. Virus polio adalah sebuah virus yang masuk dalam familia Picornaviridae dan merupakan penyebab penyakit poliomielitis. Virus ini memiliki diameter ~30 nm, tahan pada keadaan asam (pH 3 atau lebih rendah), dan berbentuk ekosahedral.

gambar virus polio

Kita mungkin terkejut saat menemukan seseorang anak yang lumpuh dan layu akibat polio menyerang mereka, padahal kita sangat sering mendengar tentang program Pekan Imunisasi Nasional untuk memberantas penyakit polio.

Kata polio sebenarnya berasal dari kata Poliomelitis. Poliomielitis sendiri sebenarnya adalah penyakit menular akut yang biasanya teradi mendadak akibat dari karena serangan yang terjaddi pada sel anterior, sumsum tulang belakang dan inti motorik gerak. batang otak yang rusak akan menyebabkan kelumpuhan dan pengecilan otot. Gejala ini biasanya di kenal dengan sebutan Lumpuh Layu Mendadak. Kasus Poliomielitis pertama kali di temukan oleh Heine di Jerman pada tahun 1840 dan pada tahun 1890 seorang tokoh di Stockholm mengemukakan gambaran epidemi Poliomielitis sehingga penyakit ini juga disebut Heinde dan Medin.

gambar virus polio

Gambar virus polio

Penyakit Poliomielitis di tularkan oleh pembawa yang sehat dan dipercepat dengan tindakan operasi tonsileknoru. cabut gigi yang merupakan tempat masuknya kuman juga penyuntikan.

Terdapat 3 tipe virus Poliomielitis yaitu tipe 1. brunhilde, 2. Langsing, 3. Lenon. Inilah alasan dari pemberian ulang imunisasi imunisasi karena terdapat beberapa tipe virus. Infeksi virus dapat diakibatkan satu atau lebih tipe.

Penyebaran penyakit yang luas dan ganas biasanya disebabkan lebih dari satu tipe, dan biasanya tipe 1 penyebaranya paling luas dan ganas, tipe yang ringan adalah tipe 3 dan untuk tipe 2 kadang kadang menyebabkan kasus spesifik. Virus Poliomielitis dapat hidup didalam air hingga berbulan bulan dan bahkan dapat hidup hingga bertahun tahun dalam deep freeze, Virus ini juga dapat tahan dalam bahan kimia termasuk sulfonamida, antibiotika, eter, fenol dan glisterin.

Virus Poliomielitis dapat dimusnahkan dengan pengeringan atau oksidator kuat seperti Peroksidan atau kalium Permanganat. Tempat hidup alamiah satu satunya adalah manusia meskipun terkadang uga terdapat pada tempat sampah atau lalat. Masa inkubasi dari virus Poliomielitis setelah pertama kali virus masuk antara 7 – 10 hari tapi kadang kadang juga 35 hari.

Virus Poliomielitis masuk melalui rongga mulut dan berkembang biak dalam sauluran cerna, kelenjar gatah bening reginonal dan mengakibatkan perkembangan virus. Selanjutnya tubuh bereaksi dengan membentuk tipe antibodi spesifik (kekebalan khusus)

Jika pembentukan antibodi (daya tahan tubuh) cukup cepat maka virus akan dapat dinetralisir sehingga gejalanya akan ringan dan bahkan tidak ada gejala sama sekali dan timbulah kekebalan terhadap virus tersebut namun jika perkembangan virus lebih cepat dari pada antibodi maka akan timbul virus dalam darah dan timbul gejala klinis. Selanutnya virus ada dalam kotoran selama beberapa minggu lamanya.

Virus Poliomielitis menyerang sel sel daerah sumsum saraf tertentu namun tidak semua saraf yang terkena mengalami kerusakan yang sama. Jika kerusakan ringan sekali maka akan dapat terjadi penyembuhan fungsi saraf dalam 3 hingga 4 minggu setelah gejala timbul. Daerah yang terkena virus Poliomielitis biasanya susunan saraf tulang belakang dan batang otak nukleus vestibularis (inti keseimbangan) dan inti saraf rainal dan juga formatis retikularis. Selain itu juga daerah otak kecil, otak tengah, talamus, hidropotalamus, polidium dan korteks serebri hanya dalam daerah motorik.

Cara pencegahan penyakit polio

Untuk mencegah polio ada beberapa langkah yang harus dilakukan, antara lain jangan memasuki daerah epidemi. jangan melakukan tonsilektomi, suntikan dll. Jangan terlalu lelah dan aktif dalam mengikuti imunisasi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *