Pengertian Hipertensi

August 31, 2016 | By suparyo | Filed in: Kesehatan.

Pendahuluan :
Hipertensi pada masyarakat awam sering disebut sebagai tekanan darah tinggi.
Per definisi menurut para ahli, tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana upaya penurunan tekanan darah akan memberi manfaat lebih besar dibanding tidak melakukan upaya tersebut.

hipertensi
Diagnosis hipertensi ditegakkan bila tekanan darah = 140/90 mmHg. ( 140 merupakan angka sistolik, 90 merupakan angka diastolik ).
Sistolik merupakan tekanan pada fase kontraksi jantung (normal : 120 mmHg),sedangkan diastolik adalah tekanan pada fase relaksasi jantung ( normal : 80 mmHg). Hal- hal yang mempengaruhi jantung ( mis ; frekuensi denyut jantung yang meningkat karena suatu hal ) atau pembuluh darah ( mis ; plak/timbunan lemak pada pembuluh darah,penyempitan pembuluh darah, ‘kekakuan/elastisitas’pembuluh darah yang berkurang dapat merupakan bagian dari perjalanan penyakit hipertensi ini.

Fakta Penting
– Mengapa 140/90 mmHg merupakan angka patokan diagnosis hipertensi ?karena pada studi2 besar ( salah satunya Framingham study ) para ahli menemukan bahwa adanya peningkatan resiko kematian dan resiko penyakit jantung-pembuluh darah pada tekanan darah di atas 120/80 mmHg, dan angka kejadiaan resiko tersebut akan meningkat drastis pada angka di atas 140/90 mmHg.
– Kenyataannya pada saat ini terapi hipertensi yang berkembang lebih agresif, artinya pencapaian tekanan darah tidak hanya sekedar turun tetapi benar- benar dipastikan senormal mungkin ( 120/80 mmhg), kecuali pada kondisi- kondisi tertentu seperti peningkatan tekanan darah pada penderita stroke akut yang membutuhkan penurunan tekanan darah secara perlahan dan gradual dibawah pemantauan ketat dokter
– Hipertensi ada 2 gol ; hipertensi sekunder yang diketahui penyebabnya ( mis; hipertensi karena gangguan tiroid ) dan hipertensi primer/esensial yang tidak diketahui penyebabnya.
– Hipertensi sekunder lebih mudah ditangani karena begitu penyebabnya di atasi maka hipertensi akan ditanggulangi, lain halnya dengan hipertensi primer/esensial yang tidak diketahui penyebabnya, terakhir disepakati bahwa penyebab dari hipertensi primer adalah multifaktorial yang terdiri dari faktor- faktor genetik/ lingkungan.Faktor lingkungan tersebut antara lain : konsumsi garam berlebih, kegemukan, pekerjaan, alkohol,dll.
Hipertensi esensial ini merupakan kelainan yang kronik dan biasanya
progresif, dengan kata lain hipertensi primer tidak dapat sembuh tetapi dapat
terkontrol.
– Faktanya sebagian besar penderita hipertensi adalah hipertensi primer
– Hipertensi sendiri tidak menunjukan gejala, biasanya baru disadari bila telah menyebabkan gangguan organ, spt : gangguan fungsi jantung/gangguan koroner,gangguan fungsi ginjal,stroke
– Yang ditakutkan dari hipertensi bukan hanya sekedar tekanan darah yang tinggi, tetapi komplikasi2 jangka panjang yang akan dialami penderita akibat progresifitas perjalanan penyakit.

Klasifikasi Hipertensi

klasifikasi Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
normal ‹ 120 dan ‹ 80
Pre-hipertensi 120 – 139 atau 80 – 89
Stage 1 hipertensi 140 – 159 atau 90 – 99
Stage 2 hipertensi = 160 atau = 100

Cara mendiagnosa hipertensi
– Diagnosis hipertensi ditegakan bila tekanan darah = 140 mmHg
– Pengukuran sesuai dengan standart WHO dengan alat standart manometer air raksa
– Penegakan diagnosis perlu dilakukan pengukuran tekanan darah minimal 2 kali dengan jarak 1 minggu bila tekanan darah < 160/100 mmHg

Cara terapi
Pengobatan hipertensi dibagi 2 golongan :
1. pengobatan non farmakologis
dengan cara : – penurunan berat badan – olah raga
– mengurangi asupan garam – tidak merokok – hindari stress

2. pengobatan farmakologis
ada beberapa golongan obat anti hipertensi, pada dasarnya menurunkan tekanan
darah dengan cara mempengaruhi jantung atau pembuluh darah atau keduanya.

Komplikasi
Komplikasi dari hipertensi dapat mempengaruhi semua organ, terutama jantung.
Pada Jantung bisa terjadi : gagal jantung, angina pectoris, infark jantung, kematian mendadak.
Prognosis tergantung pada ketaatan penderita dalam berobat, juga beberapa hal :
1. penyebab hipertensi
hipertensi sekunder yang ditemukan sejak awal dan kelainannya dapat dikoreksi
biasanya prognosisnya lebih baik.
2. usia
hipertensi yang diderita sejak muda prognosisnya kurang baik disbanding saat
tua.
3. jenis kelamin
wanita pada umumnya lebih dapat mentolerir kenaikan tekanan darah daripada
pria.
4. ras
rumpun negro/ kulit hitam punya prognosis lebih buruk disbanding kulit putih
5. makin tinggi tekanan darah prognosisnya lebih buruk
6. ada tidaknya penyakit lain yang menyertai hipertensi seperti diabetes,
kolesterol, merokok juga memperburuk prognosis.

Kematian pada penderita hipertensi seringkali disebabkan oleh komplikasi pada jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Hipertensi pada keadaan khusus
– Hipertensi pada usia lanjut, terapi dimulai bila ;
o Sistolik = 160 mmHg bila kondisi dan harapan hidup baik
o Sistolik = 140 mmHg bila disertai kencing manis,merokok,atau faktor resiko lainnya
– Hipertensi pada kehamilan
o Tekanan darah diturunkan bila > 160/100 mmHg
o Obat yang diberikan ; Methyl Dopa dan Nifedipin ( konsultasikan ke dokter )
o Obat yang tidak boleh diberikan adalah golongan diuretik, ACE inhibitor dan ARB ( konsultasikan ke dokter )
– Hipertensi pada diabetes melitus/kencing manis
o Diobati bila Sistolik = 130 mmHg dan/ atau diastolik = 80 mmHg
o Obat2an dikonsultasikan ke dokter berkaitan dengan komplikasi tertentu.

Penutup
Kadang kita tidak menyadari bahwa sebenarnya sedang masuk ke dalam progresifitas perjalanan penyakit hipertensi. Pada saat kita mencari pertolongan medis biasanya sudah mencapai tahap komplikasi, bahkan kita datang ke dokter bukan karena hipertensi -nya tetapi karena komplikasinya ( mis ; karena impotensi, atau baal/semutan pada tungkai ), hal ini sudah ‘ agak terlambat’.
Dengan mengenali faktor resiko, serta selalu melakukan deteksi sejak dini,menerapkan pola hidup sehat, mudah- mudahan kita dapat menghindari hipertensi atau paling tidak memperlambat progresifitasnya.
Inti dari management hipertensi adalah kepatuhan terapi dalam mengontrol tekanan darah, ingat..hipertensi primer/esensial tidak dapat sembuh tetapi dapat dikontrol.

Sumber
– Ringkasan eksekutif penanggulan hipertensi 2007,InaSH jakarta
– JNC VII,2003
– Clinical management of hypertension 5th edition,Marvin Moser MD


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *