Pengertian Preeklamsia yang terjadi pada Ibu hamil

July 15, 2016 | By suparyo | Filed in: Kehamilan.

tekanan darah ibu hamilPernah mendengar tentang Preeklampsia?

Apa sih sebenarnya Preeklampsia? Preeklampsia adalah kelainan malafungsi endotel pembuluh darah atau vaskular yang menyebar luas sehingga terjadi vasospasme. Kelainan ini biasanya teradi pada setelah usia kehamilan 20 mingg. Preeklampsia dapat mengakibatkan terjadinya penurunan dari fungsi organ serta dapat mengaktifkan endotel yang menimbulkan terjadinya hipertensi, edema nondependen, dan dijumpai proteinuria 300mg per 24 jam atau 30mg/dl (+1 pada dipstick) dengan nilai sangat fluktuatif saat pengambilan urin sewaktu (Brooks MD, 2011).

Dari geala yang ditimbulan, Preeklampsia dibagi menjadi 2 yaitu Preeklampsia ringan dan Preeklampsia berat. Preeklampsia dapat menyebabkan penurunan kesadaran, nyeri kepala, skotoma, dan pandangan kabur.

Penyebab dari Preeklampsia hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Banyak teori yang menjelaskan tentang penyebab dari Preeklampsia seperti

Prostasiklin dan Tromboksan

Peran Faktor

Peran Faktor Genetik

Disfungsi endotel

Gejala dan tanda

Akibat Preeklampsia pada ibu

Preeklampsia dapat menyebabkan gangguan pada ibu hamil karena terjadinya perubahan patologis pada sistem organ jantung yang disebabkan peningkatan cardiac afterload akibat hipertensi dan aktivasi endotel sehingga terjadi ekstravasasi cairan intravaskular ke ekstraselular terutama paru. Terjadi penurunan cardiac preload  akibat hipovolemia.

Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan autoregulasi tidak berfungsi.

Preeklampsia dapat menyebabkan perubahan aliran darah pada pusat penglihatan di korteks serebri maupun didalam retina.

Preeklampsia berat dapat mengalami kelainan pulmonal maupun non-pulmonal setelah proses persalinan.

Preeklampsia berat terdapat menyebabkan perubahan fungsi dan integritas hepar, perlambatan ekskresi bromosulfoftalein, dan peningkatan kadar aspartat aminotransferase serum.

Preeklampsia  dzpzt menyebabkan penurunan perfusi dan laju filtrasi ginjal.

Kebanyakan pasien preeklampsia mengalami koagulasi intravaskular (DIC) dan destruksi pada eritrosit

Preeklampsia  dapat menyebabkan gangguan Sistem Endokrin dan Metabolisme Air dan Elektrolit

 

Akibat preeklampsia pada janin

Dampak preeklampsia pada janin, antara lain: Intrauterine growth restriction (IUGR) atau pertumbuhan janin terhambat, oligohidramnion, prematur, bayi lahir rendah, dan solusio plasenta.

Preeklampsia dapat menjadi berbahaya, kondisi ini biasanya di sebut Eklampsia.   Eklampsia adalah gejala preeklampsia berat yang disertai dengan kejang tonik klonik generalisata atau menyeluruh bahkan koma.

Selain hipertensi, gejala umum lainnya dari preeklamsia adalah:

Sesak napas karena adanya cairan pada paru paru

Sakit kepala parah.

Berkurangnya volume urine.

Gangguan pengelihatan seperti pandangan hilang sementara, pandangan kabur juga sensitif terhadap cahaya.

Mual dan muntah

Rasa nyeri pada perut bagian atas. Biasanya teradi di bawah tulang rusuk sebelah kanan.

Meningkatnya kandungan protein pada urine (proteinuria).

Gangguan fungsi hati.

Pembengkakan pada telapak kaki, pergelangan kaki, wajah dan tangan.

Berkurangnya jumlah trombosit dalam darah.

Preeklamsia dapat menyebabkan pertumbuhan janin melambat akibat dari berkurangnya pasokan darah ke plasenta sehingga janin mengalami kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi.

Berkonsultasi dengan dokter secepatnya jika anda menemukan gejala gejala Preeklamsia agar dilakukan perawatan dengan cepat dan tepat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *