Penyakit anemia

August 20, 2016 | By suparyo | Filed in: Kesehatan.

Penyakit Anemia, apa itu anemia? Bagimana gejala anemia?

Pengertian
Anemia pada masyarakat awam sering disebut sebagai kurang darah.
Per definisi menurut para ahli, anemia disebut sebagai keadaan dimana tubuh kekurangan jumlah sel darah merah ditandai dengan kadar Hb ( hemoglobin ) lebih rendah dari normal. Kadar Hb diperiksa lewat pemeriksaan darah di laboratorium klinik.
Batas kadar normal Hb menurut WHO :

Kelompok umur Kadar Hb g/100ml
6 bulan-6 tahun 11
6 tahun-14 tahun 12
Laki- laki dewasa 13
Wanita dewasa tidak hamil 12
Wanita hamil 11
anemia
Turunnya kadar hemoglobin dapat disebabkan berbagai hal sehingga jenis anemia dapat bermacam- macam ;
– bila dikarenakan adanya gangguan produksi sel darah di sumsum tulang maka disebut sebagai Anemia aplastik
– bila disebabkan karena kekurangan zat- zat pembentuk sel darah ( besi,vit b12,asam folat ) disebut sebagai Anemia defisiensi.
– Bila ada gangguan antibodi yang dapat menghancurkan sel darah merah disebut sebagai Anemia hemolitik
– Bila kelainan genetik dimana sel darah merah yang diproduksi tidak sehat dan mudah hancur disebut sebagai Talasemia

Sel darah merah itu sendiri memiliki fungsi yang vital yaitu bertugas membawa oksigen ke otak dan ke seluruh organ jaringan tubuh. Bisa dibayangkan bila sel darah merah kita kurang ( seperti pada anemia ) maka supply O2 ke seluruh organ, termasuk otak juga berkurang, proses metabolisme tingkat sel untuk penghasilan energi menjadi tidak optimal karena dalam proses tersebut sangat diperlukan oksigen.Maka timbulah gejala- gejala anemia seperti lemah,letih,lesu,kurang konsentrasi dalam berpikir,dll.

Fakta Penting
– Anemia, terutama anemia defisiensi zat besi merupakan jenis defisiensi nutrisi yang sering dijumpai tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia
– Kelompok yang rentan terhadap anemia defisiensi zat besi adalah ; ibu hamil dan menyusui,bayi,anak prasekolah. Kehamilan erat hubungannya dengan anemia,bila tidak cepat ditangani,anemia berpengaruh buruk terhadap ibu dan bayinya
– Zat besi berkurang penyerapannya oleh ;
o Sereal, beras,jagung & gandum karena mengandung fitat
o Susu : karena mengandung kalsium & phosphoprotein
o Teh,kopi
Jadi perhatikan kebiasaan2 minum teh manis atau kopi atau susu bila
bersamaan dengan tablet/sirup zat besi, sebaiknya diberi jeda waktu
pemberian ( +/- 3 jam ). Campuran paling baik dengan zat besi adalah juice
buah2an yang mengandung vitamin C, karena selain rasanya lebih segar,vit C
juga meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh.
– Sayur hijau,kacang,kedelei,susu,telur sebenarnya merupakan bahan makanan yang banyak mengandung zat besi tetapi bioavaibilitasnya rendah ( zat besi dari bahan ini kurang dapat diserap baik oleh tubuh ), bahan makanan yang memiliki tingkat bioavaibilitas zat besi yang tinggi adalah protein hewani seperti daging,liver,darah.
– Anemia pada perinatal kadang diabaikan & tidak mendapatkan perhatian penuh karena adanya anggapan bayi mendapatkan proteksi dari ibu, kecuali ibunya mengalami anemia berat,padahal ASI saja tidak dapat memenuhi kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan bayi yang cepat di atas usia 6 bulan ( ASI eksklusif hanya 6 bulan )
– Masa rentan anemia balita di negara berkembang;
o terutama anak usia 6 – 12 bulan à zat besi yang diperoleh kurang dari kebutuhan karena
§ rendahnya kebiasaan makan makanan yang banyak mengandung zat besi
§ harga makanan dengan sumber zat besi dengan penyerapan baik (daging, hati) mahal
§ Kebiasaan makan di negara berkembang yang berbasis pada biji2an & sumber makanan yang banyak mengandung fitat
§ Kebiasaan minum susu sapi yang tidak difortifikasi
– Akibat anemia pada bayi dan anak ;
• Terganggunya fungsi kognitif/kecerdasan, perkembangan psikomotor
• Berkurangnya pertumbuhan
• Penurunan daya tahan terhadap infeksi
Dan yang penting menjadi catatan adalah ; umumnya kelainan2 di atas bersifat ‘irreversible’ walaupun anemia telah tertangani kelak. ( irreversible : tidak dapat kembali normal lagi..)

– Oleh karena itu ada suplementasi zat besi rutin yang dapat diberikan pada masa rentan ( usia 6-12 bulan ) walaupun belum terdiagnosa anemia.
– Suplementasi zat besi pada usia 6-12 bulan memastikan anak terlindungi pada 12 bulan dari awal kehidupan mereka & mungkin juga seterusnya. Bahkan bila suplementasi diteruskan sampai usia 15 bulan,anak dipastikan terllindungi dari defisiensi zat besi sampai usia 2 tahun awal kehidupan & memiliki cadangan besi tubuh yang cukup. Konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan sediaan suplementasi zat besi yang sesuai jenis dan dosisnya
– Terapi atau suplementasi zat besi adalah terapi jangka panjang, biasanya sampai tercapainya kadar Hb yang normal oleh karena itu kepatuhan terapi adalah sangat penting.
– Pada saat dalam terapi atau suplementasi zat besi dapat timbul beberapa efek samping seperti konstipasi/sulit buang air besar atau staining/pewarnaan pada gigi. Konsultasikan ke dokter cara menyiasatinya, upayakan tetap dalam terapi karena manfaat yang lebih besar disbanding resiko efek sampingnya.
– Staining pada gigi biasanya ditimbulkan pada pemberian zat besi cair/syrup,beberpa tips menyiasatinya ;
o Campur bersama air, juice buah
o Dapat menggunakan sedotan
o Bila menggunakan preparat ‘drop’ dapat ditempatkan dengan baik di belakang lidah sebelum diteteskan, diikuti dengan pemberian air maupun juice buah
o Stain dapat juga dihilangkan dengan menyikat gigi dengan baking soda maupun hydrogen peroxide 3%
o Konsultasikan ke dokter gigi

Klasifikasi Anemia
– Anemia berat bila Hb < 7 g/dl
– Anemia sedang bila Hb 8 – 10 g/dl
– Anemia ringan bila berkisar 10 – 12 g/dl

Gejala klinis
– Keluhan umum : letih, lemah ,lesu, sukar berkonsentrasi, tidak bersemangat, sering berkunang- kunangdll
– Gejala fisik ; wajah pucat, pucat pada konjuntiva, kuku sendok

Cara mendiagnosa
– Temukan gejala klinis, lalu cek Hb ( nilai normal seperti di atas ), bila kurang dari angka normal maka disebut anemia, konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut

Cara terapi
– terapi anemia berdasarkan penyebabnya, untuk anemia defisiensi zat besi diberikan terapi zat besi. Konsultasikan ke dokter untuk jenis dan dosis zat besi yang aman
– cara pencegahan anemia pada bayi dan anak ;
o suplementasi zat besi
§ ditargetkan pada usia 6 – 12 bulan,karena merupakan usia dengan resiko tinggi anemia def besi
§ Pada populasi > 30% wanita hamilnya anemia dianjurkan suplementasi pada seluruh populasi
o Fortifiksai makanan
o Penganekaragaman makanan & kebiasaan makan yang bervariasi

Komplikasi
– Komplikasi anemia pada umumnya yang ringan dapat berupa ; kurangnya konsentrasi, daya tahan tubuh yang berkurang, sampai yang berat bisa menyebabkan gagal jantung
– Anemia pada kehamilan dapat memberikan komplikasi
o pada ibu berupa ; abortus,kelahiran prematur,waktu bersalin yang berkepanjangan/lama,pendarahan persalinan,shock,gagal jantung
o Pada anak beruoa ; prematur,kematian janin,cacat bawaan,cadangan besi yang kurang
– Komplikasi anemia pada anak dapat berupa penurunan kecerdasan, terganggunya perkembangan koordinasi mental maupun motorik serta mempengaruhi emosi bayi sehingga lebih penakut, ragu- ragu. Dan bila tidak diindahkan kelainan ini bisa bersifat irreversible..

Penutup
Anemia kadang- kadang luput diperhatikan oleh masyarakat luas baik miskin maupun kaya. Untuk jenis anemia aplastik,hemolitik,maupun talasemia mungkin memerlukan seorang ahli hematologi untuk mendiagnosa dan penanganannya. Tetapi untuk anemia defisiensi zat besi sebenarnya merupakan hal yang dapat diatasi dan disiasati di masyarakat, apalagi anemia pada bayi dengan masa rentan 6 -12 bulan dapat mengakibatkan kelainan- kelainan yang bersifat irreversible/menetap/tidak dapat kembali normal. Jadi dengan memastikan setiap keluarga terbebas dari anemia berarti kita berpartisipasi dalam memperbaiki kualitas generasi suatu bangsa

Sumber
– ethical digest no 32 Thn.IV Oktober 2006
– Lozoff et al,Nutr Rev 2006 May;64(5 Pt 2):s34-s91
– Alizon Draper,the Oxford Brief
– Penelope Nestel,consultation UNICEF Copenhagen 1996

Tag : simptom penyakit anemia, artikel penyakit anemia, pengertian anemia, maksud anemia, akibat anemia, solusi anemia, gejala kurang darah, apa itu anaemia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *