Penyakit gondok

September 7, 2016 | By suparyo | Filed in: Kesehatan.

Penyakit Gondok/Tiroid
Pendahuluan :
Penyakit tiroid atau masyarakat awam sering menyebutnya sebagai penyakit gondok masih sering ditemukan di Indonesia. Hampir semua benjolan pada leher dihubungkan dengan penyakit gondok, padahal tidak semua benjolan pada leher itu penyakit tiroid, dan tidak semua penyakit tiroid memberikan gambaran benjolan yang nyata pada leher sehingga tak jarang tidak terlihat jelas pembesarannya.

gondok
Tiroid itu sendiri merupakan jaringan kelenjar kecil lunak di leher ( bedakan dengan jakun ),fungsinya sangat penting dalam kehidupan manusia yaitu mengontrol metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh itu sendiri merupakan suatu proses kimia maupun fisika yang terjadi dalam sel yang bertujuan untuk menghasilkan energi, selama kita hidup;proses metabolisme ini terus berlangsung dan tiroid itulah yang mengatur proses tersebut secara normal,tidak terlalu cepat maupun lambat.
Bila tiroid bekerja terlalu keras karena suatu hal maka keadaan itu disebut sebagai hipertiroid, dan bila terlalu lambat maka disebut sebagai hipotiroid.
Kelenjar tiroid itu sendiri menghasilkan hormon yaitu T3 dan T4 (tiroksin), hormon- hormon inilah yang akan melaksanakan fungsinya mengatur, dan menjadi petunjuk bagi kita bila ada kelainan tiroid.
Untuk memproduksi hormon tiroid kita membutuhkan iodium ( sebagai salah materi dasar pembentuk hormon tiroid ), oleh karena itu kekurangan iodium akan menimbulkan keadaan hipotiroid ( kekurangan hormon tiroksin ).Keadaan kekurangan iodium ( terutama pada anak-anak yang ibunya tidak memperoleh cukup iodium saat mengandung ) disebut sebagai keadaan kretinisme. Anak yang menderita kretinisme akan mengalami ketidaknormalan fisik maupun mental ; IQ rendah,lidah besar,mata lebar,kelenjar gondok di leher membesar,pendek,rambut tipis.

Penyebab
Hipertiroid ;
Autoimune ( kelainan/ abnormalitas dari kerja sistem imun dalam tubuh ) ; penyakit Grave
Infeksi kelenjar tiroid ;tiroiditis
Tumor ; jinak/ganas
kelebihan pemberian hormon tiroksin ( mis ; pemberian tidak rasional untuk menurunkan berat badan, atau pemberian pada saat terapi hipotiroid )
obat-obatan tertentu ( mis; golongan amiodarone )
Hipotiroid ;
Autoimune ; penyakit Hashimoto
Operasi tiroid
Terapi iodium radioaktif
Kekurangan iodium
Cacat bawaan
Obat-obatan tertentu ( mis; gol.lithium )

Fakta Penting
o Hormon tiroid bersifat meningkatkan metabolisme dan membakar kalori, ada beberapa kasus dimana orang dengan sengaja tanpa pengawasan dokter menggunakan hormon ini untuk menurunkan berat badan, hal ini sangat tidak disarankan.
o Tidak semua pembesaran kelenjar gondok dilakukan tindakan bedah. Beberapa pertimbangan untuk melakukan tindakan bedah pada keadaan pembesaran kelenjar gondok ;
o Bila pembesaran itu menyebabkan kesulitan bernafas/menelan
o Bila pembesaran menimbulkan rasa sakit
o Bila pembesaran menimbulkan pendarahan di dalam
o Bila diketahui pembesaran kelenjar gondok merupakan suatu keganasan
o Alasan kosmetik, sebaiknya didiskusikan dengan dokter mengenai resiko maupun manfaatnya

Gejala klinis
Hipertiroid
o Berat badan menurun terus
o diare
o Tidak tahan panas, mudah berkeringat,mudah lelah
o Rasa cemas,mudah tersinggung
o Tremor/ gemetar ( terutama terlihat pada tangan )
o Jantung berdebar-debar, berdetak lebih cepat,kencang, kadang tidak teratur
o Mata tampak seperti melotot
o Impotensi
o Kebotakan

Hipotiroid
o Berat badan terus meningkat
o Kelesuan, lemas, daya pikir menurun
o Sembelit
o Tidak tahan dingin
o Menstruasi tidak teratur ; banyak,jarang,sakit
o Rambut dan kulit menjadi lebih kering dan kasar
o Kaku dan nyeri otot
o Suara menjadi dalam dan parau

Cara mendiagnosa
Lihat gejala klinis
Pemeriksaan darah untuk fungsi tiroid ; T3,T4,TSH
Biopsi jarum halus
USG,dll

Cara terapi
Hipertiroid ;
Obat-obatan anti tiroid ; PTU,methimazole/thiamazole,carbimazole
Biasanya dimulai dari dosis tinggi kemudian diturunkan perlahan
Diminum sesudah makan
Lama terapi bisa sampai 2 tahun
Konsultasi ke dokter secara teratur, selain untuk memantau keberhasilan terapi, juga untuk memantau efek samping obat ( mis ; ruam kulit kemerahan, penurunan sel darah putih, nyeri tenggorokan dan demam,dll )

Radioaktif
Hentikan obat anti tiroid 3 hari sebelum melakukan radioaktif
Kapsul yang mengandung iodium radioaktif tidak boleh dikunyah
Selama paling tidak 4 hari setelah makan iodium radioaktif ;
Minum sebanyak mungkin cairan dan BAK sesering mungkin
Gunakan kloset secara hati- hati dan jangan meninggalkan ceceran urine karena adanya zat radioaktif, bersihkan kloset berkali-kali
Hindari kontak jarak dekat dengan wanita hamil maupun anak kecil
Pembedahan
Terapi komplikasi bila ada

Hipotiroid
Obat-obatan ; hormon tiroksin
Dimulai dari dosis rendah kemudian ditingkatkan perlahan
Diminum ½-1 jam sebelum makan/ dalam keadaan perut kosong
Lama terapi ; seumur hidup
Terapi komplikasi bila ada

Komplikasi
Komplikasi bedah ; perubahan suara, suara hilang bila saraf terpotong tak sengaja, kerusakan kelenjar paratiroid,nyeri kepala,infeksi,rasa kaku pada leher
Komplikasi karena efek samping obat
Pada hipertiroid ; kelainan mata,kelainan jantung,tulang rapuh

Penutup
Masih banyak anak- anak balita yang mengalami hipotiroid sejak lahir tanpa disadari, fortifikasi iodium dalam makanan sehari- hari sangat penting, juga deteksi dini oleh dokter untuk memastikan diagnosa tersebut, karena hipotiroid pada anak juga mempengaruhi kualitas hidup anak, bahkan kualitas generasi suatu bangsa.
Terapi kelainan hormon tiroid dengan obat-obatan adalah terapi jangka panjang, pada kasus hipertiroid bisa sampai 2 tahun bahkan pada kasus yang relapse/kambuh akan menjadi lebih lama lagi, sedangkan untuk kasus hipotiroid; pengobatan bisa dilakukan sampai seumur hidup, sehingga kepatuhan dan konsistensi dalam terapi menjadi sangat penting.

Sumber
– buku memahami masalah tiroid oleh dr Mark Ragg,1994


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *