Perbedaan emas tua dan emas muda

Sebelum membeli emas, kita sering mendengar istilah emas tua dan emas muda. Lantas, apa perbedaan antara emas tua dan emas muda?

Emas adalah logam yang biasa digunakan dalam sebuah perhiasan seperti cincin, gelang, kalung, liontin juga anting-anting.

Emas (Au), dikenal sebagai simbol kekayaan, selain itu adalah suatu unsur kimia logam mulia, yaitu, hampir tidak mengalami oksidasi. Emas adalah konduktor yang baik dari arus listrik dan panas, tetapi karena harganyayang mahal hampir tidak dapat digunakan untuk tujuan ini.

Emas hadir di mana-mana di alam, tetapi dalam konsentrasi yang sangat kecil. Sebagai contoh, di air laut mengandung sekitar 1 kg emas per 8,3 miliar liter, atau, di kerak bumi di mana konsentrasi sekitar 1 kg logam ini per 200 000 ton massa padat (litosfer). Tambang besar memiliki konsentrasi 1 kg per 334 ton.

Karena itu sangat langka, emas memiliki nilai komersial yang tinggi dan nilai ini terus berubah, serta sering digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara di dunia karena nilainya paling stabil.

Negara-negara dengan pertambangan emas terbesar di dunia meliputi Afrika Selatan, Amerika Serikat, China. Di Indonesia jugamemiliki kandungan emas yang banyak terutama di daerah papua. Emas merupakan logam  dengan harga tertinggi jika di bandingkan logam lainnya.

Emas banyak digunakan untuk pembuatan perhiasan (cincin, jam tangan, kalung), medali, koin, elektronik dan bahkan mengalami modifikasi kimia untuk membuatnya dapat dimakan (seperti yang terlihat dalam beberapa permen dan kudapan halus).

Selain itu, emas digunakan dalam pengobatan kanker, dalam proses pembakaran (seperti asam chloroauric) atau sebagai pelapis pada satelit untuk menjadi reflektor radiasi inframerah yang baik.

Emas adalah jenis logam yang cukup lunak, saat akan dibentuk menjadi perhiasan, emas harus di campur dengan logam lain agar membuatnya menjadi kuat. Emas tua dan emas muda inilah yang menjadi istilah untuk menyebut kadar yang ada dalam suatu perhiasan emas.

Perbedaan Emas Muda & Tua

Emas muda adalah perhiasan yang dengan kadar emas di bawah 70% sedangkan emas tua adalah perhiasan dengan kadar emas di atas 70%. Sehingga dapat di simpulkan bahwa emas muda menggunakan campuran emas yang lebih sedikit dibanding campuran logam lain saat dibentuk menjadi perhiasan emas. Sedangkan emas tua memiliki kandungan emas lebih banyak dari pada logam campuran lain saat dibentuk menjadi perhiasan. Dari tingkat kandungan inilah yang menjadikan emas tua memiliki harga lebih mahal jika di bandingkan dengan emas muda.

Tingkat Kemurnian dan Karat Emas

Emas 24 Karat, kandungan emas murni sekitar 99,00% – 99,99%

Emas 23 Karat, kandungan emas murni 94,80% – 98,89%

Emas 22 Karat, kandungan emas murni 90,60% – 94,79%

Emas 21 Karat, kandungan emas murni 86,50% – 90,59%

Emas 20 Karat, kandungan emas murni 82,30% – 86,49%

Emas 19 Karat, kandungan emas murni 78,20% – 82,29%

Emas 18 Karat, kandungan emas murni 75,40% – 78,19%

Emas 14 Karat, kandungan emas murni 58,3% – 41,7%

Emas 10 Karat, kandungan emas murni 41,7% – 58,3%

Jika dikaitkan dengan istilah emas diatas maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa emas 14 karat bisa dikelompokkan kedalam emas muda karena memiliki kadar kandungan emas murni kurang dari 70%. Sedangkan untuk emas diatas 18 karat bisa dikatakan sebagai emas tua karena memiliki kandungan emas diatas 70%.

Emas 24 karat dikategorikan sebagai emas dengan kemurnian tinggi, akan tetapi emas ini tidak cocok digunakan dengagai perhiasan karena emas 24 karat memiliki sifat lunak sehingga mudah berubah bentuknya jika di jadikan sebagai perhiasan dan emas 24 karat lebih sering dijadikan sebagai emas batangan.

Kebanyakan para ahli perhiasan menilai, emas 18 karat adalah emas standart untuk dijadikan sebagai perhiasan karena emas 18 karat sudah cukup kuat dan tidak mudah berubah bentuk saat dijadikan perhiasan dan juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *