Perkembangan Janin Usia 8 Bulan

January 14, 2017 | By suparyo | Filed in: Kehamilan.

Pada perkembangan janin di usia 8 bulan ini semua indera sudah mulai berfungsi. Gerakkannya mulai terasa, bentuk janin sudah sempurna, posisi kepala sudah berada di bawah atau cephalic. Kematangan juga terlihat dari paru-paru dan plasentanya. Di usia ini dia memiliki bobot 1.8 kg dengan panjang 45-50 cm yang mempengaruhi kantung ketuban atau amnion makin terasa sempit. Cairan amnion ini akan mencapai volume optimal namun juga akan terjadi pengurangan.

 

Di usia 33 minggu baik jari tangan maupun kakinya akan ditumbuhi kuku, kelopak mata yang mulai ditumbuhi bulu mata sehingga semakin terlihat menggemaskan saat membuka maupun memejamkan matanya. Janin masih membutuhkan suplai oksigen dari Ibunya karena paru-parunya dan ginjalnya belum melakukan pernafasan dengan sempurna. Di usia ini, janin sudah mulai belajar mengenali suara si Ibu dan orang-orang sekelilingnya, jadi jika Ibu sering membacakan cerita maka ketika nanti dilahirkan anak itu akan mudah terlelap tidur setelah mendengar cerita. Otak janin mengalami perkembangan yang pesat dimana fungsi otak menghantarkan syaraf dengan makin baik. Di usia ke-8 janin akan menyesuaikan gerakkannya dengan gerakkan ibunya, jadi di siang hari janin akan beraktivitas, sementara di malam hari dia akan terlelap tidur.

PERKEMBANGAN JANIN MINGGU KE-29

Perkembangan Janin Usia 8 BulanPosisi janin akan berada di bawah karena mempersiapkan dirinya untuk proses persalinan. Semakin terbentuk jaringan lemaknya, bobotnya di usia ini mencapai 1250 gram dengan panjang 37 cm. Perkembangan fisik maupun mental yang terlambat dapat memicu kelahiran prematur. Jadi bila janin lahir di usia ini, dia akan sekuat tenaga bernafas dan menangis meski tidak lantang. Kemampuan untuk bertahan hidup sangatlah kecil mengingat belum sempurna paru-parunya. Namun jika dirawat dengan baik dan terkoordinasi maka kemungkinan selamat dan akan sehat juga terlihat peluang yang cukup baik.

PERKEMBANGAN JANIN MINGGU KE-30

Janin di usia ini memiliki bobot mencapai 1400 gram dengan panjang 38 cm diaman sekitar 10 cm puncak rahim ada di atas pusar semakin membesar sehingga timbul rasa tak nyaman yang terasa terutama pada panggul dan perut karena semakin membesar. Tak ada salahnya buat Suami ikut merasakan gerakan si kecil dalam perut dari mulai denyutan, sikutan, tendangan, hingga bergerak cepat sehingga terasa nyeri. Namun bahayanya dari gerakan si janin adalah jika membentuk simpul mati yang akan mengganggu suplai oksigen dan gizi dari Ibu yang akan mengalami pemberhentian atau terhambat. Ibu hamil dapat melihat kaki maupun tangannya di dalam perut ketika janin mennendang maupun mendorong. Di usia ini otak janin berkembang sangat pesat.

PERKEMBANGAN JANIN MINGGU KE-31

anin memiliki bobot mencapai 1600 gram dengan panjang 40 cm. Anda harus waspada merasa nyeri pada bawah tulang iga sebelah kanan, sakit kepala, maupun mata berkunang-kunang, atau saat tekanan darah sedang tinggi lebih dari 30ml/Hg. Untuk itu sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin dan berkala ke dokter Anda, jika kaki Anda bengkak maka Anda harus mencermati gangguan lairan darah, sehingga Anda harus perbanyak istirahat, berbaring di posisi miring, dan mengurangi aktivitas. Jika janin semakin membesar otomatis pergerakkannya akan berkurang, di posisi yang sempit maka janin akan melengkungkan badannya dimana kedua tangan dan kaki bersilang dengan lutut yang dilipat.

PERKEMBANGAN JANIN MINGGU KE-32

Janin sudah ada di posisi bawah dimana gerakan menendang setiap hari meningkat 375 kali namun tidak terasa bagi si Ibu hamil. Jadi jika hanya merasakan 10 gerakan saja itu sudah normal, janin harus memiliki bobot mencapai 1800-2000 gram dengan panjang 42 cm. Di usia ini Ibu hamil harus lebih sering melakukan pemeriksaan dimana waktunya selama 2 minggu sekali. Hemodilusi merupakan proses pengenceran darah yang mengalami puncak di minggu ini. Bagi si Ibu hamil yang mengidap kelainan jantung, hipertensi, dan preeklampsia harus lebih ekstra hati-hati, karena jumlah darah makin banyak akan membuat beban jantung bertambah. Sehingga makin terjadi peluang penyempitan di pembuluh-pembuluh darah, selain itu darah juga mengalamin peningkatan pada tekanan. Hal ini tentu akan membahayakan si Ibu dan janinnya sehingga mengalami pertimbangan untuk dilahirkan, terlebih jika kondisi semakin memburuk dengan tidak turunnya tekanan darahnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *