Pingsan henti nafas dan jantung

September 7, 2016 | By suparyo | Filed in: Kesehatan.

Pendahuluan :

Bila terjadi suatu keadaan gawat darurat, berikan pertolongan pertama dengan efisien seperti ;

Bila mungkin,minta bantuan orang lain untuk memanggil dokter,ambulance,sementara anda melakukan tindakan resusitasi.
Periksa pernafasan, bila berhenti segera lakukan resusitasi dari mulut ke mulut ( lihat Bantuan pernafasan dengan resusitasi dari mulut ke mulut ).Prioritas utama adalah mengusahakan penderita untuk bernafas kembali.

pingsan

Periksa adanya pendarahan hebat, bila ada,hentikan pendarahan ( lihat pendarahan )
Bila menduga ada cedera tulang belakang,jangan merubah posisi penderita
Pada korban pingsan ;
Lihat reaksinya, ajukan pertanyaan singkat ; buka mata saya,pegang tangan saya
Bebaskan aliran nafas dengan ;
Longgarkan semua ikatan yang mengganggu pernafasan,spt dasi,ikat pinggang
Tengadahkan kepala perlahan sambil mengangkat dagu ke atas ( lakukan ini bila yakin tidak ada edera kepala )
Buka mulut korban untuk mengeluarkan benda asing bila ada ( mis ; gigi palsu )
Analisa nafas,dengarkan bunyi nafas, dan gerakan perut serta dada
Bila penderita pingsan tetapi pernafasan normal tanpa cedera tulang belakang, baringkan dengan posisi miring aman ( lihat posisi miring aman ), sambil menunggu bantuan

Posisi Miring Aman

Posisi miring yang aman

· Jika penderita adalah seorang wanita hamil,maka miringkan ke kiri

· Jika korban terluka (pada posisi dada atau anggota tubuh),letakan pada posisi miring yang memungkinkan

Menghadapi korban yang terlungkup, ubah ke posisi miring aman ini,stabilkan posisi korban lalu lakukan pemeriksaan selanjutnya

Bantuan pernafasan dengan resusitasi dari mulut ke mulut

Resusitasi

baringkan penderita terlentang pada alas yang keras
topang leher, dongakan/tengadahkan supaya jalan nafas lurus
buka mulut,angkat setiap sumbatan ( misalnya ; gigi palsu )
pencet hidung sampai tertutup
ambil nafas panjang dan hembuskan kuat-kuat ke dalam mulut penderita 4 kali berturut- turut secara cepat,sambil melihat apakah dadanya ikut berkembang ( tanda aliran nafas sudah benar )
hembuskan tiap 5 detik sekali ( pada anak kecil hembuskan perlahan tiap 3 detik sekali ) sampai penderita mulai bisa bernafas sendiri atau petugas medis sudah datang

Bantuan pernafasan dengan resusitasi dari mulut ke hidung

Resusitasi

Tutup mulut korban dengan menggunakan ibu jari,yaitu dengan menyatukan bibir atas

dengan bibir bawah untuk menghindari keluarnya, jumlah sama dengan di atas

Bantuan pernafasan dengan resusitasi dari mulut ke mulut dan hidung ( pada bayi )

Resusitasi

Tempelkan mulut secara terbuka di sekitar mulut dan hidung bayi.Tiupkan secara bertahap sampai dada bayi mulai bergerak ( 1 tiupan tiap 3 detik sekali )

Resusitasi jantung paru

Penderita ditempatkan pada tempat yang keras,jika mungkin dengan dada terbuka

periksa bagian atas dan bawah tulang dada
cari pertengahan tulang dada dan satukan kedua ibu jari
letakan bagian belakang telapak tangan pada bagian sebelah tulang anda
Resusitasi

letakan tangan yang lainnya di atas tangan yang satu lagi,dengan jari-jari yang merentang dan saling bersilangan
tekan dada korban sedalam 4-5 cm secara vertikal di atas lantai
berikan dua kali nafas buatan setelah 15 kali memompa
pastikan ayunan memompa disertai lengan yang tegak lurus

Resusitasi

Resusitasi jantung paru pada anak 1-8 tahun

periksa daerah penekanan seperti pada orang dewasa
tekan dengan bagian belakang telapak tangan
5 kali tekanan sedalam 3-4cm/ 1 hembusan

Fakta Penting :

Kerusakan otak terjadi bila pernafasan terhenti dalam 2 – 3 menit
Kematian terjadi bila pernafasan terhenti dalam 4 – 6 menit
Adalah berbahaya bila mengangkat penderita sendirian atau beramai- ramai tanpa memperhatikan posisi kepala penderita, upayakan jangan sampai kepala penderita terkulai kebelakang saat di angkat karena ditakutkan malah menyebabkan atau memperberat cedera tulang leher. Bila tampak banyak luka/memar pada tubuh bagian atas selalu dianggap adanya cedera tulang leher dalam penanganannya
Cedera tulang leher dapat menyebabkan kelumpuhan
Jangan pernah membubuhkan luka dengan serbuk apapun seperti kopi, bedak atau apapupun karena perbuatan itu justru mendatangkan resiko perlambatan penyembuhan serta infeksi
Frekuensi denyut jantung normal : 60-90 kali/menit
Frekuensi nafas normal : 15-20 kali/menit

Penutup

Jangan meninggalkan penderita sebelum petugas medis datang.Bila kita sedang sendirian dan tidak mungkin memanggil petugas medis,tetapi tidak ada cedera tulang belakang dan keadaan penderita cukup stabil,bawa ke unit gawat darurat RS atau PUSKESMAS terdekat.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *