Risiko Bayi Tabung

October 15, 2016 | By suparyo | Filed in: Bayi.

Pasangan yang baru menikah tidak sedikit yang segera menginginkan Kehadiran seorang anak. Bukan hanya pasangan yang baru menikah tapi ada juga pasangan yang sudah lama menikah tapi belum memiliki anak juga menginginkan kehadiran anak dengan segera.

Mereka melakukan segala cara agar dapat memiliki anak tapi cara tersebut belum juga membuahkan hasil. Jika seperti ini banyak pasangan yang akhirnya memilih untuk mengikuti program bayi tabung. Program bayi tabung ialah suatu teknik reproduksi berbantu atau teknik rekayasa reproduksi dengan mempertemukan sel telur matang dengan sperma di luar tubuh manusia atau dikenal juga dengan nama in vitro fertilization (IVF). Teknik ini memerlukan biaya dan pengorbanan yang tidak sedikit. Selain itu ada prosedur, peluang juga risiko yang harus ditanggung selama menjalani program ini. Hal inilah yang harus dipahami oleh pasangan yang merencanakan untuk mengikuti program bayi tabung.

risiko-bayi-tabung

Dengan mengikuti bayi tabung bisa meberikan peluang untuk mendapatkan kehamilan yang bervariasi dari 10-45 %. Salah satu faktor penting yangmenentukan peluang terjadinya kehamilan adalah usia wanita. Pada usia kurang dari 30 tahun angka keberhasilannya adalah 35-45%, pada usia 31-35 tahun angka keberhasilannya 30-45%, pada usia 36-40 tahun peluang terjadinya kehamilan sekitar 25-30% dan pada usia diatas 40 tahun peluangnya 10-15% saja. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum menetapkan program bayi tabung sebagai program utama:

– Terjadinya stimulasi indung telur yang berlebihan bisa mengakibatkan terjadinya cairan yang bertumpuk di rongga perut dan menyebabkan beberapa keluhan seperti mual, rasa kembung, muntah dan hilangnya selera makan.

– Dalam proses pengambilan sel telur dengan jarum bisa menimbulkan risiko terjadinya perdarahan, infeksi dan kemungkinan jarum mengenai usus, kandung kemih dan pembuluh darah.

– Risiko kehamilan kembar lebih dari dua kan meningkat dengan banyaknya embrio yang dipindahkan dalam rahim. Hal ini akan membuat risiko persalinan prematur membutuhkan perawatan lama.

– Risiko keguguran dan kehamilan di luar kandungan.

– Risiko lain yang mungkin timbul adalah biaya yang dikeluarkan, kelelahan fisik dan stres emosional saat menyikapi harapan dan kenyataan yang terjadi selama mengikuti proses bayi tabung.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *