Sejarah Bulan Januari

February 21, 2015 | By suparyo | Filed in: Uncategorized.

Januari diambil dari nama Dewa Janus yaitu dewa Romawi yang bertugas sebagai penjaga gerbang/pintu sehingga pantas saja, Januari ‘membuka’ tahun yg baru. Dewa ini mempunyai dua muka sehingga ia bisa melihat ke depan dan ke belakang secara bersamaan, selain dapat melihat kedepan dan belakang, dewa janus juga dapat melihat ke masa lalu dan masa depan. Janus dikenal sebagai dewa permulaan dan akhir. Bangsa Romawi bila ingin melakukan permulaan suatu pekerjaan selalu memohon pertolongan dewa Janus.

Lantas Kapan 1 Januari pertama kali dirayakan???

Jika berbicara tentang 1januari maka tidak akan lepas dari Julius Caesar. Julius Caesar adalah salah seorang dari tokoh politik yang punya daya kharisma serta penuh bakat. Dia seorang politikus yang sukses, seorang jendral yang brilian, mempesona serta seorang penulis yang bagus. “De bello Gallico” adalah buku yang ditulisnya. Caesar seorang berani, penuh energi, dan ganteng.

1 Januari tahun 45 SM, untuk pertama kali dalam sejarah dirayakan sebagai tahun baru. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, dia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi. Julius Caesar menyisipkan 90 hari ke dalam kalender tradisional Romawi, penetapan 90 hari dimaksudkan untuk lebih mendekati ketepatan pergantian musim. Penetapan ini membuat bulan-bulan dalam kalender itu tidak lagi tepat dengan perhitungan purnama. Walaupun sebenarnya dasar dari kalender Romawi adalah luni-solar. Akhirnya dengan nasehat Sosigenes, seorang astronom dari Alexandria, Caesar menetapkan kalendernya menjadi 12 bulan, masing-masing dengan jumlah hari tertentu seperti sekarang, dengan penetapan tahun kabisat setiap 4 tahun, dengan keyakinan bahwa panjang 1 tahun surya adalah 365.25 hari saat itu.

Dewa Janus

Dewa Janus

Setelah Caesar meninggal penerapan tahun kabisat salah terap. Kabisat diberlakukan tiap menginjak tahun ke 4, jadi 3 tahun sekali. Kesalahan terap ini kemudian diperbaiki oleh Kaisar Agustus, dengan meniadakan semua kabisat dari tahun 8 SM sampai tahun 4 Masehi. Setelah itu kalender Julian berfungsi dengan jauh lebih baik.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *