Sejarah sidik jari manusia

August 19, 2014 | By suparyo | Filed in: Uncategorized.
gambar sidik jari

gambar sidik jari

Tidak ada yang khusus untuk memeriksa seluruh sidik jari semua manusia di planet ini, lantas bagaimana kita tahu bahwa tidak ada dua sidik jari yang sama?

Sejarah sidik jari manusia

Pada tahun 1823, John Evangelist Purkinje seorang profesor anatomi di Universitas Breslau, menerbitkan sebuah tesis yang menyebutkan bahwa ada 9 jenis bentuk sidik jari tapi tidak menyebutkan bagaimana untuk mengidentifikasi setiap induvidu. Kemudian pada tahun 1856, Sir William Herschel mulai menggunakan sidik jari untuk memvalidasi kontrak. Idenya adalah bahwa pedagang memberikan jejak asli tangan kanannya untuk diletakkan dibelakang kertas kontrak untuk menghindari klaim bahwa tanda tangan itu bukan miliknya.

Namun, orang pertama yang mempelajari sidik jari sebagai sesuatu yang khas untuk setiap individu adalah antropolog Inggris Francis Galton, yang pada tahun 1892 menerbitkan temuannya dalam buku “”Fingerprints”Sidik jari untuk klasifikasi sidik jari. Buku ini termasuk sistem klasifikasi pertama untuk sidik jari: Arch, Loop dan Whorl.

Dalam buku ini ia mengusulkan 40 fitur karakteristik
Untuk tujuan ini, ditentukan dari daerah tapak yang benar akan mengidentifikasi pola dalam 50% kasus. Menggabungkan ini dengan jumlah daerah yang terdiri dari jejak khas, Galton menghitung bahwa jejak jari manusia cukup berbeda dan dengan kemungkinan perbandingan 1 dalam 64 triliun untuk mendapatkan kesamaan. Angka itu melebihi jauh dari populasi manusia dunia, sehingga Galton menyimpulkan bahwa sidik jari adalah unik. Sementara percobaan Galton untuk menyatakan kebenaran ini ia menggunakan hanya 100 cetakan sebagai fakta sempurna.

Sidik jari dihasilkan ketika kulit kita terbentuk di dalam rahim ibu kita. Maka secara terus menerus mengalami tekanan intrauterin, cairan ketuban, gerakan dan posisi janin di dalam rahim, gizi, tekanan darah, dll membuat seolah-olah kulit adalah semen basah yang kontur untuk menerima pengaruh eksternal.

Karena selalu ada karakteristik elemen acak dari proses kehidupan, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada dua orang dengan sidik jari yang sama.

Setelah itu, pola yang dihasilkan akan berubah, selalu dan selamanya sampai kita mati. Tidak peduli bahwa kita memiliki saudara kembar yang yang mirip dengan wajah kita, mata kita, cara kita berjalan atau suara kita. Sidik jari Anda berbeda.

Identifikasi sidik jari polisi pertama dilakukanoleh Juan Vucetich untuk Kepolisian Argentina. Sistem Vucetich mengidentifikasi 101 fitur utama dalam pola sidik jari, yang dapat dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan 4 fitur utama: lengkungan, loop internal loop luar dan whorls.

Pada tahun 1892 Vucetich membuat identifikasi positif pertama dari pidana dalam kasus di mana Francisca Rojas telah membunuh dua anaknya dan kemudian memotong lehernya, dia mencoba untuk menyalahkan orang luar. Sebuah cetak berdarah akhirnya dapat mengidentifikasi siapa pembunuh sebenarnya.

Metode Vucetich yang pertama kali dipakai oleh kepolisian Argentina kemudian menyebar ke keolisian-kepolisian diseluruh dunia.

Alat sidik jari

Tidak hanya sebagai identifikasi saja kini metode sidik jari telah berkembang menjadi pemindai sidik jari yang yang bekerja dengan perangkat elektronik yang berfungsi untuk menangkap pola gambar sidik jari. Pemindai ini kemudian melakukan pemrosesan digital yang dismpan pada sebuah template biometrik untuk pencocokan.

Tidak hanya digunakan oleh aparat kepolisian kini sistem identifikasi sidik jari juga telah digunakan oleh perusahaan perusahaan komersial untuk absensi bukti kehadiran para karryawan atau yang lebih dikenal dengan mesin absensi sidik jari.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *