Si Kecil Boleh Hujan-hujanan, Asal

November 12, 2016 | By suparyo | Filed in: Bayi.

Sebenarnya jangan dulu berpendapat negatif jika si kecil ingin bermain hujan-hujanan karena hujan-hujan banyak memberikan manfaat bagi anak anda yang masih berusia prasekolah. Yang utama adalah mampu mengembangkan kecerdasan natural mereka sebab dengan melihat dan merasakan hujan, anak anda memiliki kesempatan untuk mengamati fenomena alam ini. Saat si kecil dapat merasakannya, sungguh bijaksana jika anda sebagai orang tua mendampingi. Anda bisa menjelaskan berbagai manfaat dan juga bahaya yang dapat disebabkan oleh hujan dan jangan sampai bayi yang sudah diberi nama bayi ini menjadi sakit.

anak-kecil-hujan-hujanan

Saat anak anda bermain hujan-hujanan dengan teman-temannya entah sambil berlarian atau bermain sepak bola, sebenarnya anak anda sedang meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halusnya, dan juga mengembangkan keterampilan bersosialisasi dengan sekitar. Jadi, tidak hanya memberikan dukungan motorik, tapi berguna juga dalam menstimulasi kognitif dan sosial. Bagaimana pun walau memiliki banyak manfaat, ada beberapa hal yang harus ketahui dan perhatikan jika si kecil ingin bermain hujan-hujanan. Menurut Dr R Herman Waluya, SpA, dari RSIA Hermina Bogor, ada beberapa aturan main sebelum anak-anak diperbolehkan hujan-hujanan:

1. Para orang tua harus mencermati kondisi fisik dan kesehatan anak.
Pada rentang umur 3-5 tahun, kondisi kesehatan anak sedang rentan-rentannya. Anak kecil cepat sakit bila terpapar oleh kuman. Ketika bermain hujan-hujanan, tentu saja mereka akan berbermain di tanah yang becek, sementara itu sejenis kuman yang dikenal dengan nama pseudomonas dapat menjadi memicu terjadinya radang paru. Oleh karena itu sangat penting untuk mencermati kondisi fisik dan kesehatan anak anda pada saat itu. Pastikanlah anak anda dalam kondisi sehat. Bahkan ada yang bilang mengganti nama bayi agar tidak terus-terusan sakit.

2. Ketika bermain, gunakan jas hujan dan sepatu bot.
Prosedur ini bertujuan untuk melindungi tubuh dari terpaan angin dan air hujan yang deras, mintalah anak untuk memakai jas hujan dan juga sepatu bot. Jas hujan dianggap mampu untuk memberikan perlindungan bagi tubuh si kecil agar tidak terlalu kedinginan. Dengan adanya perbedaan suhu yang terlalu ekstrem antara tubuh dan lingkungan dapat berdampak anak menjadi sakit. Sepatu bot dianjurkan untuk dikenakan karena dapat melindungi kaki dari kuman bila sedang bermain becek-becekan.

3. Sebelum bermain pastikan dalam kondisi kenyang.
Perut yang kenyang dapat menjaga kekuatan tubuh tetap baik. Bila perut kelaparan dan terkena terpaan air hujan, hal ini dapat mengakibatkan kedinginan serta perut kembung karena masuk angin juga kedinginan.

4. Hujan-hujanan sebaiknya dilakukan setelah beristirahat.
Dianjurkan bermain hujan-hujanan setelah mendapat cukup istirahat. Kita ambil contoh setelah anak tidur siang. Ketika Kondisi tubuh sedang lelah dan mengantuk, maka dikhawatirkan dapat mengakibatkan si kecil terjatuh karena tidak mampu berkonsentrasi.

5. Anda harus membatasi waktu bermain hujan-hujanan.

Para orang tua harus ingat jika si kecil tidak akan berlama-lama ketika bermain hujan. Jangka waktu yang ideal ketika bermain hujan-hujanan sekitar 30 menit dan jangan gampang terpancing ketika anak anda merengek meminta tambahan waktu. Hal ini juga dapat dijadikan untuk sarana pelatihan disiplin. Selain itu, jika terlalu lama bermain hujan hanya akan menyebabkan anak anda kedinginan. jangan sampai orangtua mengganti nama bayi yang sudah diberikan agar tidak sakit-sakitan.

6. Bilas/bersihkan tubuh dengan air bersih setelah bermain hujan-hujanan.
Bersihkan tubuh dengan air bersih dengan menggunakan sabun, hal ini bermanfaat untuk menghindari kuman-kuman yang menempel di tubuh. Orang tua tidah harus memandikan si kecil dengan air hangat, karena menggunakan air dingin pun boleh, kecuali jika si kecil menggigil.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *