Sistem koordinasi pada manusia

June 15, 2017 | By suparyo | Filed in: Organ tubuh manusia.

Rangkuman

Sistem koordinasi pada manusia – Sistem ini memungkinkan menerima informasi dari lingkungan eksternal dan internal dan melakukan tanggapan.

Terdapat dua sistem yang mengkoordinasikan tubuh manusia

  • Sistem saraf: Membuat koordinasi instan.
  • Sistem endokrin: Kontrol progresif, proses yang berkesinambungan

Sistem koordinasi memastikan bahwa semua tugas dilakukan dengan benar dan pada waktu yang tepat.

Koordinasi sistem saraf pada manusia:

Sistem saraf memproses semua informasi dan memberikan jawaban langsung, dan biasanya berumur pendek.

Sistem saraf merupakan kontrol yang terus menerus berjalan untuk memberikan peringatan dan respon yang cepat.

Dalam mempersiapkan tanggapan, sistem saraf melibatkan otak dan sumsum tulang belakang.

Otak melakukan kontrol pada berbagai tindakan dan banyak fungsi lainnya.

Sumsum tulang belakang melakukan kontrol refleks paksa dari proses tertentu dalam menanggapi bahaya.

Informasi ini dikirimkan oleh impuls listrik (saraf) menggunakan neuron adalah sel-sel yang membentuk sistem saraf.

Impuls saraf adalah listrik dan alirkan dari neuron ke neuron: memasuki dendrit melewati tubuh dan masuk ke dalam ruang sinaptik melalui akson.

Koordinasi hormonal sistem endokrin:

Sistem endokrin melalui hormon merupakan sistem koordinasi lebih lambat dan abadi.

Ini menghasilkan tindakan lambat, lama dan progresif. (contohnya Pertumbuhan)

Sistem endokrin ini yang mengkhususkan diri dalam memproduksi hormon yang diangkut melalui darah ke organ jauh. Informasi ini dikirimkan oleh hormon pembawa pesan kimia.

Hormon yang diproduksi dalam sel-sel dari kelenjar endokrin untk kemudian dilepaskan ke sistem peredaran darah untuk mencapai sel target organ yang agar bertindak.

Kelenjar endokrin utama adalah: Pineal, hipotalamus, hipofisis, tiroid, paratiroid, timus, adrenal, pankreas, ovarium, dan testis.

Tindakan hormon bervariasi:

Hormon pertumbuhan: hipofisis mengeluarkan dan mengendalikan pertumbuhan.

Insulin: Pankreas dan kontrol konsentrasi glukosa darah

Oksitosin: disekresikan oleh hipotalamus. pola hormon yang berhubungan dengan seks dan perilaku ibu dan ayah.

Adrenalin dan noradren

Alina: mengeluarkan kelenjar adrenal dan bantuan dalam respon stres.

Testosteron: Testis mensekresi dan membantu pengembangan karakter sekunder laki-laki.

Estrogen disekresi oleh ovarium, membantu pengembangan karakteristik seksual perempuan

Sistem integrasi koordinasi manusia:

Integrasi ini dilakukan oleh sistem saraf. Sistem saraf mengendalikan kelenjar endokrin sehingga dapat menyebabkan sekresi hormon.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *