Tanaman hidroponik

hidroponik

Tanaman hidroponik adalah budisaya tanaman tanpa menggunakan media tanah dan biasanya menggunakan air sebagai media utama tanaman. Bukan hanya media air saja tetapi biasanya tanaman hidroponik membutuhkan media lainnya contohnya dengan menggunakan arang sekam, batu, spons, pasir, kerikil, serbuk kay, Expanded clay, Perlite dan berbagai bahan lainnya yang mudah untuk ditemukan.

Jenis tanaman hidroponik pun cukup beragam, namun kebanyakan orang menaman sayuran pada media hidroponik mereka, contohnya seperti paprika, cabe, tomat, terong, melon, selada, sawi dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tanaman hidroponik biasanya dilakukan dalam sekala kecil untuk memenuhi hobi, namun budidaya hidroponik juga memiliki nilai komersial dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Seperti pada prinsip menanam lainnya, metode tanam hidroponik juga tidak luput dari pemenuhan nutrisi bagi tanaman. Tanaman hidroponik akan dapat tumbuh subur bila cukup nutrisi yang dibutuhkan. Tanah sebenarnya merupakan penyangga bagi tanaman dan untuk tumbuh subur nutrisi merupakan zat yang dibutuhkan oleh tanaman.

Menanam dengan metode hidroponik sendiri memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah ;

  • Tidak membutuhkan media tanah.
  • Lebih mudah dalam mengendalikan nutrisi yang diberikan pada tanaman sehingga akan lebih efisien.
  • Karena perputaran sirkulasi sehingga tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
  • Hasil tanaman lebih banyak.
  • Panen yang lebih mudah.
  • Lebih bersih dan steril.
  • Bebas dari gulma.
  • Media dapat digunakan delama bertahun-tahun.
  • Dan keuntungan yang paling menonjol adalah tanaman tumbuh lebih cepat.

media-tanam-hidroponikJika anda hendak memanfaatkan hidroponik sebagai hiasan, pot hidroponik juga bersih sehingga anda akan lebih mudah dalam menempatkannya ditaman.

Metode tanam dari hidroponik memiliki beberapa macam cara sebagai contoh  Static solution culture atau yang biasa dikenal dengan kultur air statis, selanjutnya adalah metode Continuous-flow solution culture, Aeroponics, Deep water culture, Run to waste,  Passive sub-irrigation, Bioponic, Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation, Bubbleponics. Namun dalam kesempatan kali ini kami akan membahas 3 jenis metode hidroponik yang biasa digunakan oleh banyak orang diantaranya adalah :

Hidroponik kultur agregat

Metode tanam ini dengan memanfaatkan sekam arang, kerikil, pasir spon, juga bahan lain yang telah disterilkan terlebih dahulu.

Hidroponik Air

Dalam metode ini, tanaman ditanam pada sebuah media yang pada bagian atasnya diletakkan larutan hara, akar tanaman menyentuh dan menyerap larutan yang penuh dengan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

hidroponik Nutrient Film

Metode menanam ditanam di selokan sempit dengan memanfaatkan logam tipis antikarat kemudian selokan dialiri dengan anir yang penuh dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman, metode ini membuat akar tanaman muncul tipis seperti film.

Beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan jika anda menanam dengan menggunakan metode hidroponik

Media tanaman

Media tanam yang baik adalah media tanam yang mampu menjaga kelembapan, memiliki saluran iar yang baik yang berguna untuk menjaga unsur hara. Media tanam yang anda gunakan harus bebas racun yang berbahaya.

Air merupakan hal penting dalam menanam menggunakan metode hidroponik karena air akan memainkan peranan penting terhadap kualitas tanaman.

Unsur hara agar tanaman hidroponik mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, berikan larutan hara secara teratur .

Jangan melupakan oksigen karena ini juga merupakan aspek penting untuk tanaman. buruknya kadar oksigen akan berpengaruh pada menurunnya permeabilitas membrane sel yang akan membuat dinding sel sulit ditembus. Jika dibiarkan terus kekurangan oksigen maka tanaman akan kekurangan air dan layu karena pengaruh membran sel yang sulit ditembus.

Bercocok tanam dengan menggunakan metode hidroponik dapat anda lakukan meskipin didalam ruangan yang sempit sekalipun, baik diteras rumah, dipekarangan maupun didalam rumah asalkan cukup mendapatkan sinar matahari bagi tanaman. Keunggulan dari tanaman ini cukup bersih juga lebih cepat berkembang karena nutrisi yang cukup dari yang anda berikan.

Cara menaman dengan hydroponik

Cara menanam dengan menggunakan metode hidroponik paling sederhana dapat anda lakukan dengan memanfaatkan barang barang bekas, contohnya

  • Botol bekas air mineral yang terbuat dari plastik
  • Anda juga dapat memanfaatkan gelas bekas air mineral
  • Jirigen plastik
  • Kain untuk sumbu
  • Nutrisi hidroponik
  • Media tanam dapat menggunakan sekam arang, kerikil, pecahan batu bata/genting.

Anda dapat memilih bahan bahan untuk membuat hidroponik dengan menggunakan bahan yang mudah untuk anda temukan.

Cara membuat tanaman hidroponik dengam menggunakan botol bekas minuma mineral, caranya adalah sebagai berikut ;

gambar-cara-membuat-tanaman-hidroponik

  • Potong botol menjadi 2 bagian kemudian lubangi atas bagian leher botol untuk memasang sumbu dan sebagai aliran udara
  • Memasang sumbu pada bagian bwah botol
  • Memasukkan botol bagian atas kebagian bawanh dengan cara terbalik
  • Isi botol dengan media tanam, sekam bakar, spon, pecahan batu bata dan lain lain
  • Masukkan bibit tanaman pada media
  • Siram dengan menggunakan larutan nutrisi untuk tanaman
  • Untuk membuat larutan nutrisi anda dapat menggunakan campuran pupuk urea, KCL, NPK juga pupuk daun
  • Simpan ditempat yang tidak terkena hujan namun masih tetap terkena sinar matahari.

Untuk menjaga sirkulsi anda harus mengatur sirkulasi air irigasi yang baik untuk tanaman-tanaman anda. Sisa air yang mengairi tanaman diberikan tampungan sehingga tidak terbuang dengan percuma karena air nutrisi ini nantinya akan digunakan lagi untuk mengairi tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *