Tips Agar anak tidak memasukkan benda ke mulut

August 19, 2016 | By suparyo | Filed in: Bayi.

Seiring dengan perkembangan anak, khususnya balita, salah satu kebiasaan yang sering dilakukan dan paling sangat mengkhawatirkan bagi orang tua yaitu kebiasaan mereka memasukkan benda yang dipegang ke dalam mulut mereka.

Kebiasaan memasukkan beda pada mulut pada bayi tentu saja akan sangat beresiko karena benda asing tersebut akan masuk ke dalam sistem pencernaan atau bisa saja tersangkut dalam saluran nafas dan menimbulkan masalah, agar hal ini tidak terjadi berikut beberapa tips yang perlu anda ketahui ;

Tips Agar anak tidak memasukkan benda ke mulut

Saat anak sedang berusaha memasukkan sesuatu ke dalam mulut ketika bermain di lantai, turunkan badan anda, sehingga mata anda bertatapan langsung dengannya, hal ini anak merasakan bahwa anda sedang memberi perhatian terhadap apa yang sedang dilakukannya. Sehingga membuat dirinya dapat merespon setiap perkataan atau perintah anda dengan baik.

Dalam beberapa saat cobalah perhatikan anak anda ketika ia berusaha memasukkan benda ke mulut, tetap lakukan kontak mata dan tersenyumlah, seakan memberi kesan bahwa benda yang sedang dimainkan cukup menarik.
Tunggulah sampai anak berusaha memasukkan benda kedalam mulutnya, pada saat itu perlihatkan ketertarikan anda sambil berkata “ Ibu boleh melihat benda itu ?” sampaikan kalimat tersebut dengan penuh perhatian dan seolah-olah anda sangat tertarik dengan benda tersebut, jangan meminta dengan kasar, menegur, atau memarahi anak. jika hal itu anda lakukan, maka anda telah kehilangan kepercayaan darinya dan dia tidak akan menyerahkan benda tersebut.

Saat anak anda menyerahkan benda tersebut, tunjukkan bahwa anda memang sangat tertarik sambil menunjukkan mimik wajah serius.

Selanjutnya ambillah dan masukkan kedalam mulut anda -Ini bagian yang paling penting-Saat dimasukkan kedalam mulut, batukkan secara dramatis, sehingga seolah terlihat sangat tidak enak dan menjijikkan. Saat itu tataplah mata anak, dan katakan sesuatu untuk mengekspresikan apa yang anda rasakan seperti “hiks!” atau “wek!”

Dengan ini diharapkan telah terbangun kepercayaan anak dan anda, maka tentunya sang anak akan meresponn dengan perkataan atau sikap yang sama. Hal ini mungkin akan dilakukan berulang-ulang jika suatu saat melakukan yang sama atau melihat anak yang lain melakukan hal tersebut.

Berikan Reward kepadanya berupa makanan ringan sebagai pengganti, atau berikan permainan lain yang lebih menarik bagi anak.

Nah Waktunya anda menerapkan tips diatas, menghadapi sibuah hati secara bijak.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *