Tips mendidik anak untuk disiplin

December 18, 2015 | By suparyo | Filed in: Pendidikan.

disiplinTips mendidik anak untuk disiplin

Dalam mendidin anak kita harus membuat peraturan rumah untuk di taati. Rahasianya adalah menjalankan aturan secara konsisten dan tegas. Salah satu pendidikan dalam nenetapkan standart yang tidak kuat menjadikan kurangnya rasa hormat.

Tekadang kita perlu memberitahukan pada anak untuk melakukan sesuatu yang harus dilakukan. Anak anak akan lebih memahami kita saat menggunakan standart kongkret. Saat menyebrang jalan contohnya tangan orang tua memegang anaknya dan mengandengnya akan meningkatkan keterlibatan hubungan yang lebih dalam sebuah perintah.

Dalam beberapa kejadian kita mungkin akan memberikan beberapa kesempatan terbatas pada anak dalam melakukan penawaran. Contoh dengan mengeluarkan pernyataan : sudah waktunya berpakaian. Ingin berpakaian sendiri atau aku (ibu bantu) mengenakannya. Ini adalah cara cepat dan mudah untuk memberikan anak dua pilihan untuk melakukan apa yang kita inginkan.

Beberapa masalah penting yang dilakukan oleh anak terkait ketaatan. Kita perlu menerapkan batasan tegas. Misalnya : Pergi kekamarmu nak, atau Jangan buang mainanmu. Anda perlu memberikan batasan yang tegas namun dengan pendekatan lebih lembut namun tegas. Contoh Mengapa adik tidak mengambil mainanmu yang diluar? Adik harus melakukan pekerjaan rumah sekarang, Ayo pulang sekarang, Oke?.

Pada initinya, mereka harus melakukan kewajiban, jika ada pilihan yang lebih menarik dan lembut, mengapa harus memilih jalan keras?

Ketika seorang anak mengerti mengapa aturan dibuat dengan tujuan untuk mencegah situasi berbahaya untuk dirinya sendiri dan untuk orang lain, itu akan membuatnya terpacu untuk lebih taat. Dengan demikian, yang terbaik ketika batas diterapkan, menjelaskan mengapa anak harus taat. Seiring perkembangan merekan akan mengembangkan standar prilaku yang sesuai dengan hati nuraninya sendiri. Sebelum memberikan penjelasan panjang yang dapat mengalihkan perhatian anak-anak, mengatakan alasan singkatnya. Misalnya: ‘Jangan menggigit orang. Karena itu bisa menyakiti mereka.”.

Mengusulkan alternatif. Setiap kali Anda menerapkan batas dengan perilaku seorang anak, mencoba untuk menunjukkan alternatif yang dapat diterima. Misal : ‘Itu lipstick jangan dipakai bermain. Disana ada pena dan kertas untuk menggambar. Dengan menawarkan alternatif, Anda mengajar perasaan dan keinginan yang diterima. Ini adalah cara yang lebih tepat untuk mereka berekspresi.

Menyetujui perilaku dan tidak menyetujui prilaku. Membuat aturan jelas kepada anak-anak Anda tentang ketidak setujuan Anda yang berhubungan dengan perilaku mereka dan jangan langsung mengatakan pada mereka. Dedek jangan ggit adiknya, nanti nangis looh.

Banyak orang tua langsung marah saat anaknya berbuat kesalahan dan menghukumnya dan dan tidak jarang bertindak kasar. Cobalah untuk tenang sejenak untuk kemudian mengambil situasi dan bertanya Apa yang sedang terjadi?


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *