Tubektomi dan rekanalisasi

September 4, 2016 | By suparyo | Filed in: Kehamilan, Kesehatan.

Bagaimana jika telah dilakukan tubektomi/pemotongan ingin rekanalisasi. Berapa lama maksimal jaraknya dari operasi tubektomi ke rekanalisasi? Apakah dengan cara penyambungan kembali potongan tuba fallopi atau bagaimana?

Tubektomi dan rekanalisasi

Tubektomi dan rekanalisasi

Memang ada tekhnik dimana setelah tubektomi,tuba yang terikat atau terpotong dapat dipulihkan lagi dengan rekanalisasi dengan microsurgery, namun ada tekhnik2 tubectomy tertentu yang tidak memungkinkan rekanalisasi terjadi, misalnya prosedur hysteroscopic yang bersifat permanent. Namun kesuksesan rekanalisasi setelah tubektomi belum dapat dijamin, saat ini dunia medis belum begitu yakin kesuburan akan dapat pulih kembali.

Banyak factor yang mempengaruhi keberhasilan rekanalisasi , di antaranya adalah tekhnik tubektomi yang  dilakukan, adanya striktur ( jaringan parut yang ada sebagai reaksi tubuh terhadap tindakan tubektomi sebelumnya,dll ),sehingga penggunaan cara KB ini perlu menjalani proses konsultasi yang ketat. Tidak ada penjelasan mengenai durasi pasti untuk melakukan rekanalisasi setelah tubektomi,ibu dapat berdiskusi dengan dokter yang akan melakukan tindakan tubectomy-nya, sambil bertanya keberhasilan rekanalisasi menurut pengalaman klinis dokter tersebut.

Sebelum melakukan tubektomi, perhatikan pula beberapa kontraindikasi dan efek samping yang akan terjadi, misalnya adanya kemungkinan terjadinya kehamilan ektopik/ kehamilan di luar kandungan yang cukup membahayakan ibu, tentu saja pertimbangkan juga jenis kontrasepsi lain bila ibu masih menginginkan kehamilan lagi, karena tubectomy ini lebih cenderung bersifat permanent. Jangan sungkan untuk berdiskusi kembali untuk masalah ini.. Salam sehat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *